Suara.com - Masalah tulang dan sendi masih sering menjadi kesalahpahaman. Pasalnya, ketika alami masalah cedera seseorang sering kali salah dalam penanganannya. Padahal, salah penanganan itu bisa saja membuat cedera menjadi semakin salah.
Salah satu hal yang juga menjadi pertanyaan adalah memilih urut ketika alami cedera. Beberapa orang memilih langsung mengurut bagian yang cedera. Namun, ada juga pembicaraan kalau urut tersebut justru tidak boleh dilakukan. Lantas bagaimana penanganan yang tepat?
Menanggapi hal tersebut, Konsultan Lutut & Panggul Eka Hospital BSD, dr Ricky Edwin P Hutapea, Sp OT (K) Hip and Knee mengatakan, masalah mitos terkait cedera memang ada. Hal ini karena budaya dan kebiasaan yang dilakukan sejak zaman dahulu.
Terkait urut, dr Ricky mengatakan, hal tersebut bukanlah sebuah masalah. Ia mengatakan, urut adalah sesuatu yang diperbolehkan dengan tujuan yang jelas. Hal ini karena urut juga bisa memberikan benefit bagi orang yang melakukannya.
“Penanganan cedera itu awal biasanya kebawa culture jadi diurut gitu. Sebenarnya urut itu gak salah, asal dilakukan tujuan yang sesuai, benefitnya juga ada,” ucap dr Ricky dalam Media Gathering Eka Hospital, Senin (26/6/2023).
Meski demikian bukan berarti urut yang dilakukan asal-asalan. Hal ini karena lihat kondisi cederanya. Kalau mau diurut jangan pada bagian bengkaknya. Itu justru salah dan membuat luka semakin parah.
Berdasarkan keterangan dr Ricky, ketika cedera lalu bengkak, ini terjadi karena ada jaringan yang putus. Bengkak terjadi karena adanya robekan pada ligamen yang membuat pendarahan di dalam.
“Tapi kalau cedera, misalnya cedera ankle itu jangan diurut, apalagi di bagian bengkaknya. Ini karena ada jaringan yang putus. Kalau over stretch ini, ligamennya ketarik dia akan robek, kalau robek di dalam, lalu berdarah jadi penambahan massa dan bengkak,” jelas dr Ricky.
Untuk penanganan cedera hingga bengkak, dr Ricky menyarankan untuk melakukan kompres dingin dan diberikan alat penyangga.
Baca Juga: Tim Dokter Persib Ungkap Perkembangan Kesehatan Ciro Alves: Tak Ada Cedera
“Makannya kalau cedera, kasih alat penyangga terus kasih kompres dingin. Saat tidur juga bagian cedera diletakkan di bagian atas. Abis itu 2-3 hari kalau tidak baik juga bisa berobat ke medis,” ujarnya.
Untuk kondisi yang dibawa ke rumah sakit bisa dilihat dari rasa sakit yang dirasakan. Jika kondisi rasa sakit mengganggu sehari-hari hingga tidak bisa berjalan, disarankan untuk segera dibawa ke rumah sakit.
“Kapan sih dibawa ke rumah sakit? Ketika level sakitnya udah mengganggu, apalagi sampe enggak bisa jalan, segera dibawa,” pungkasnya
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?