Suara.com - Kasus stunting saat ini masih menjadi kekhawatiran oleh para ibu. Berdasarkan Data Global angka stunting dunia telah mencapai angka 22 persen atau sekitar 149,2 juta kasus.
Dokter spesialis anak, dr. Galih Herlambang, SpA, stunting bukan menjadi hal yang dianggap remeh karena memengaruhi kognitif anak. Untuk itu, perlu adanya pencegahan agar anak tidak alami stunting. Salah satu faktor penting untuk mencegah stunting sendiri yaitu ASI yang dikonsumsi.
"Pemberian ASI menjadi salah faktor penting untuk mencegah stunting karena ini akan bantu memenuhi gizi anak," jelas dr. Galih dalam webinar bersama HIFDI, Sabtu (29/7/2023).
ASI menjadi sumber gizi anak pertama saat mereka bayi. Dengan pemberian ASI eksklusif yang baik, akan membantu mencegah stunting pada anak. Oleh sebab itu, ketika anak masih usia 0-6 bulan, penting untuk mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya.
Dalam menyusui juga terdapat 4 hal yang mendukung keberhasilan pemberian ASI kepada anak. Berikut 4 faktor keberhasilan tersebut.
1. Awali dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan. Nantinya, bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri (tanpa disodorkan ke puting susu). Hal ini akan sangat membantu menjaga keberhasilan pemberian ASI eksklusif kepada anak. Mereka juga nantinya akan lebih lama mengonsumsi ASI sehingga gizinya akan terjaga dengan baik.
2. Memantau pertumbuhan anak
Untuk melihat apakah pemberian ASI eksklusif baik atau tidak dapat diketahui dari pertumbuhan anak. Ketika anak mendapatkan ASI eksklusif dengan baik, ini akan membantu membuatnya bertumbuh. Oleh karena itu, ketika anak sudah diberi ASI tetapi pertumbuhannya lama, patut untuk dipertanyakan.
Baca Juga: Edukasi Masyarakat Soal Gizi, Ini Momen Ganjar Pranowo Timbang dan Gendong Balita di Posyandu
3. Posisi pelekatan ASI
Posisi peletakan bayi menyusui sangat berpengaruh pada keberhasilan ASI. Dengan peletakan posisi bayi yang baik, ini akan membantu ASI tidak terbuang sehingga masuk ke dalam tubuh bayi. Dengan begitu ASI bisa masuk dengan baik dan membantu pertumbuhan bayi.
4. Dukungan
Hal penting yang mendorong keberhasilan ASI yaitu dengan dukungan dari keluarga, komunitas, hingga pemerintah. Dukungan tersebut akan membantu bayi mendapat ASI dengan lancar sehingga gizinya terpenuhi dengan baik.
Tidak hanya itu, menurut dr. Galih, penting juga para ibu mengetahui tanda-tanda bayi yang sedang lapar. Ketika hal itu terjadi, bayi menandakan dirinya membutuhkan nutrisi. Biasanya, bayi sendiri juga akan menunjukkan berbagai gerakan atau tanda khusus jika mereka sedang lapar, sangat lapar, dan super lapar. Berikut beberapa tanda tersebut.
Lapar (menggerakkan kepala, membuka mulut, kepala menengok-nengok mencari payudara.
Sangat lapar (badan meregang, pergerakan fisik makin intensif, memasukan jari atau tangan ke mulut.
Super lapar (menangis, gelisah, wajah memerah).
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi