Suara.com - Kanker paru masih menjadi salah satu penyakit yang mengkhawatirkan di Indonesia. Penderitanya termasuk salah satu yang terbanyak. Bahkan, tidak sedikit dari penderitanya meninggal dunia, terlebih jika mengalami kondisi langka small cell lung cancer.
Presiden Direktur KGbio Sie Djohan mengatakan penyakit kanker paru ini tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Apalagi, untuk kasus small cell lung cancer, meski terjadi 10 persen secara global, kondisi ini justru lebih mematikan.
“Kanker paru termasuk salah satu kanker terbesar. Mungkin nomor satu atau dua setelah payudara, tapi cukup berbahaya, sementara untuk small cell lung cancer kontribusinya memang Cuma 10 persen secara global, tapi mematikan,” ucap Djohan dalam acara Penandatanganan Kerja Sama Kalbe dan Henius China Untuk Pasarkan Obat Terapi Kanker Paru, Senin (11/9/2023).
Djohan menjelaskan, alasan kanker paru ini cukup berbahaya dan mematikan karena selnya cukup pintar. Sel kanker ini bisa menyamar mengelabui sel darah putih. Hal tersebut yang sebabkan permasalahan serius.
“Jadi dalam hal ini kanker itu pintar, dia itu bisa kayak mengelabui sel darah putih kita. Jadi dia mengeluarkan satu molekul yang kalau ketemu sama sel darah putih kita,” jelasnya.
Melihat permasalahan tersebut, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak perusahaan PT Kalbe Genexine Biologics (KGbio) bersama dengan Shangai Henlius Biotech, Inc (Henlius) berkolaborasi produksi obat terapi yang digunakan untuk bantu kasus penderita kanker paru, khususnya small cell lung cancer, yakni Serplulimab (HANSIZHUANG).
Obat ini merupakan produk antibodi monoklonal anti-PD-1 (mAb) baru dan dikombinasikan dengan kemoterapi untuk pengobatan small cell lung cancer. Dengan obat PD-1 ini, nantinya akan membantu kekeliruan sel kanker yang menyamar menjadi sel darah putih.
“PD-1 Jadi obat ini adalah obat yang bisa nutupin molekul itu. Begitu molekul itu ditutup, si kanker itu nggak usah nyamar lagi. Jadi dia akan dikenalkan oleh sel darah putih kita. Jadi memanfaatkan sistem imun kita untuk melawan,” jelas Djohan.
Dengan begitu, obat tersebut akan membantu memperpanjang harapan hidup para pasien small cell lung cancer.
Baca Juga: 5 Tanaman Hias yang Dapat Digunakan sebagai Pengusir Nyamuk Alami
“Small cell lung cancer umur harapan hidupnya cukup pendek dalam hitungan bulan. Obat ini dibandingkan dengan yang saat ini standar yang dipakai itu bisa memperpanjang harapan hidupnya itu cukup signifikan. Ya saya rasa kita bisa katakan mungkin tambah sekian bulan,” jelasnya.
Sementara itu, President Director PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius, dengan adanya obat ini ke Indonesia juga mendorong transformasi kesehatan serta atasi berbagai masalah yang dihadapi. Di sisi lain, diharapkan adanya obat ini dapat memunculkan berbagai obat-obatan berbagai jenis kanker lainnya.
“Ini bisa jadi langkah untuk transformasi kesehatan jangka panjang. Jadi inovasi obat ini bisa mendorong berbagai masalah mungkin tidak hanya pada satu jenis kanker, tapi kanker-kanker lainnya,” ucap Vidjongtius.
Hingga kini, obat tersebut masih dalam pemeriksaan BPOM untuk disetujui. Sementara itu, obat ini sudah disetujui di Cina dan terbukti membantu membuat harapan hidup pasien lebih baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak