Suara.com - Dalam menjaga kesehatan kulit, biasanya seseorang akan memilih melakukan perawatan ke berbagai klinik kecantikan maupun lainnya. Nantinya, melalui klinik kecantikan, akan melakukan perawatan dengan menggunakan berbagai alat kesehatan sehingga menjadi lebih efektif.
Namun, saat ini cukup banyak adanya produksi alat kesehatan palsu yang justru malah membahayakan jika digunakan. Berdasarkan data Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), Untuk produk kesehatan sendiri penyebaran produk palsu ini bisa mencapai angka 40 persen.
Sebab hal itu, masalah banyakan alat kesehatan palsu yang beredar ini masih menjadi masalah. Direktur Pengawasan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dra. Eka Purnamasari, Apt., M.K.M., mengatakan, terkait alat kesehatan ini sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan.
“Beberapa pasal yang mengatur bahwa sedia informasi dan alat kesehatan itu harus aman berkhasiat, juga bermutu. Ini merupakan tiga hal yang penting untuk menjadikan alat kesehatan bisa digunakan,” jelas Dra. Eka dalam acara Talkshow Nasional Pentingnya Penggunaan Produk Alat Kesehatan yang Legal bersama idsMED, Selasa (16/1/2024).
Untuk itu, masyarakat juga penting mengetahui berbagai hal agar tahu apakah alat kesehatan yang digunakan sendiri maupun klinik sudah legal atau tidak. Hal ini dapat dilihat beberapa kriteria, di antaranya sebagai berikut.
- Melihat nama dagang atau merek alat kesehatan apakah sudah terdaftar atau belum
- Ada atau tidaknya nomor izin edar. Alat kesehatan yang legal, sudah memiliki nomor izin edar dari Kemenkes.
- Tipe produk
- Adanya batch/ kode produksi/nomor seri
- Adanya nama dan alamat produsen/ pabrikan
- Adanya dan alamat PAK pemilik izin edar
- Melihat tujuan penggunaan dan petunjuk penggunaan
- Melihat kedaluwarsa untuk produk yang memiliki batas kedaluwarsa
Hal-hal di atas menjadi cara untuk mengetahui apakah alat kesehatan legal atau tidak. Bukan hanya itu, Dra. Eka mengatakan, masyarakat juga memiliki hak bertanya langsung kepada klinik terkait registrasi alat kesehatan yang digunakan. Hal ini demi memastikan keamanan alat kesehatan yang digunakan.
“Masyarakat punya hak untuk memastikan hal tersebut dengan menanyakan kliniknya untuk menanyakan hal yang sudah diregistrasi karena itu hak untuk bisa menanyakan kepada klinik kecantikan. Bisa tanta produknya apakah sudah teregistrasi supaya jangan sampai kita sebagai konsumen dirugikan,” jelasnya.
Alat kesehatan ini juga tidak hanya pada masyarakat. Para tenaga kesehatan di kliniknya jika menemukan alat kesehatan yang ilegal juga bisa melaporkan demi menjaga keamanan para pasien yang hadir.
Melihat pentingnya legalitas alat kesehatan ini, PT IDS Medical Systems Indonesia juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait alat kesehatan legal melalui produknya, Rejuran.
Baca Juga: Review Anime 'Wonder Egg Priority', Mengangkat Tema Kesehatan Mental
Legal Counsel PT IDS Medical Systems Indonesia, Hervana Wahyu Prihatmaka mengatakan, pihaknya memberikan sertifikasi langsung dari perusahaan. Hal ini terdapat kode dan stiker resmi yang bisa dipindai untuk memastikan keaslian produknya. Dengan begitu, masyarakat maupun klinik tidak bisa tertipu dengan adanya produk serupa yang ilegal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus