Suara.com - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi dilantik menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (21/2/2024) di Istana Negara.
Lewat Instagram, putra bungsu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengunggah momen bersama istri dan anaknya sesaat sebelum acara pelantikan.
AHY tampak gagah dalam setelan jas hitam, peci, dan dasi merah. Sementara istrinya, Annisa Pohan dan putri semata wayangnya Almira Tunggadewi Yudhoyono tampil anggun dalam kebaya modern warna biru.
Tak sedikit netizen yang mengucapkan selamat atas jabatan baru yang diemban AHY. Di sisi lain, sosok AHY juga mengingatkan sejumlah netizen kepada sosok SBY kala masih aktif di pemerintahan.
Namun jika diperhatikan, AHY memiliki kantung mata yang cukup tebal, sama seperti sang ayah. Bahkan perbincangan kantung mata SBY yang kian menebal sempat menjadi sorotan pada 2012 lalu.
Mengambil contoh AHY dan SBY yang sama-sama memiliki kantung mata, lantas apakah kondisi ini dipicu oleh faktor keturunan?
Penyebab Terbentuknya Kantung Mata
Kebiasaan sehari-hari seperti kurang tidur memang dapat menjadi penyebab terbentuknya kantung mata. Namun kantung mata nyatanya juga bisa berkaitan dengan faktor di luar kendali kita.
Munculnya kantung di bawah mata sangat mungkin karena faktor genetik. Sayangnya, hal ini bisa menjadi ciri fisik yang diturunkan dalam keluarga, karena beberapa orang lebih rentan mengalaminya.
Baca Juga: AHY Resmi Masuk Kabinet, Omongan Annisa Pohan di Masa lalu Diungkit
Dikutip dari Hello Sehat, kantung mata yang bersifat genetik bisa berkaitan dengan gangguan medis yang diwariskan, seperti penyakit tiroid.
Pada kasus seperti ini, tentunya perlu mendapatkan pengobatan untuk penyakit tiroid sebelum berupaya menghilangkan kantung.
Selain genetik, kantung mata bisa muncul karena melemahnya kulit dan otot kelopak mata, penumpukan cairan, reaksi alergi, dehidrasi hingga paparan sinar matahari.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia