Suara.com - Menopause dianggap sebagai kondisi umum yang dialami perempuan saat menginjak di atas 50 tahun, yang ditandai dengan perubahan siklus menstruasi, penurunan gairah seksual, hot flashes, hingga gangguan tidur. Tapi jarang yang tahu bahwa perempuan ternyata bisa mengalami gejala menopause parah.
Dijelaskan Head Global Medical Affairs Women's Health, Bayer AG, Cecilia Caetano, pada 2030 diperkirakan akan ada 1,7 miliar perempuan dunia yang mengalami menopause dan 47 juta perempuan akan memasuki fase ini setiap tahunnya.
Lebih dari sepertiga perempuan yang berada dalam fase menopause melaporkan alami gejala parah, yang dapat berlangsung selama 10 tahun atau lebih setelah periode menstruasi terakhir mereka. Adapun gejala menopause parah bisa meliputi sulit tidur hingga peradangan.
"Di samping mengalami gangguan tidur, banyak perempuan di seluruh dunia pada umumnya menderita gejala vasomotor (peradangan) selama masa transisi menopause, yang mana dapat memengaruhi kualitas hidup mereka," ungkap Cecilia melalui keterangan yang diterima suara.com, Kamis (28/3/2024).
Gangguan vasomotor adalah merasa panas atau gerah yang disebut juga hot flashes, jantung berdebar, pusing, hingga nyeri kepala.
Mengutip dari NHS, gejala menopause biasanya terjadi mulai beberapa bulan atau bahkan tahun sebelum menstruasi berhenti. Kondisi tersebut dinamakan perimenopause. Sebagian besar wanita merasakan ciri-ciri menopause sekitar 4 tahun menjelang menstruasi terakhir. Dan sekitar 1 dari 10 wanita mengalami tanda-tanda menopause sampai 12 tahun menjelang menstruasi terakhir.
Mirisnya, meski gejala menopause parah ini sangat mengganggu kualitas hidupnya, 30 persen perempuan yang mengalami gejala sedang hingga berat dan berkonsultasi dengan dokter, tidak mendapat pengobatan apa pun.
Inilah sebabnya, kata Cecilia, Bayer berupaya menciptakan ulang lanskap kesehatan yang mendukung perempuan dengan cara mengembangkan ilmu pengetahuan, agar kesehatan perempuan bisa semakin baik.
"Kami berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan mendobrak kebungkaman dengan mendorong edukasi, meningkatkan kesadaran, serta memperluas pilihan pengobatan untuk mendukung perempuan di berbagai tahap kehidupan mereka," papar Cecilia.
Baca Juga: Menopause Bisa Sebabkan Vagina Kering dan Infeksi Saluran Kencing, Gimana Cara Mencegahnya?
Melansir Hello Sehat, berikut ini tanda-tanda gejala menopause yang bisa dikenali saat perempuan memasuki rentang usia 49 hingga 55 tahun:
1. Perubahan siklus menstruasi
Tanda-tanda menopause yang satu ini bukan hanya pergeseran tanggal saat menstruasi, tetapi juga jumlah darah yang keluar. Perubahan siklus menstruasi bisa memengaruhi jumlah darah yang keluar saat menstruasi. Bisa lebih banyak, lebih sedikit, atau mungkin hanya berupa flek atau spotting.
2. Rasa panas tubuh
Hot flashes adalah kondisi mengalami sensasi panas, baik di bagian atas tubuh atau bahkan seluruhnya. Mengutip dari National Institute of Aging, wajah dan leher bisa berubah kemerahan dan membuat seseorang menjadi berkeringat.
Intensitas hot flash dapat bervariasi mulai dari ringan hingga kuat, bahkan sampai mengganggu tidur. Kondisi ini biasa berlangsung antara 30 detik hingga 10 menit
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari