Suara.com - Diabetes gestasional merupakan diabetes yang secara khusus menyerang ibu hamil dan bisa berdampak buruk pada kehamilan. Bahkan diabetes jenis ini juga bisa menyebabkan gangguan janin, kelahiran prematur hingga kematian bayi.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSIA Grand Family, dr. Hendrik Sutopo, M.BioMed Sp.OG menegaskan meski terkesan lebih ringan dibanding diabetes tipe 1, tapi penyakit ini harus ditangani serius agar bayi dan ibu bisa selamat.
"Pasalnya, bila didiamkan naiknya kadar gula darah dapat menimbulkan masalah pada janin seperti badan bayi terlalu berat, lahir prematur, gangguan pernapasan bayi, hipoglikemia, anak berisiko obesitas, hingga bayi lahir mati," ujar dr. Hendrik melalui keterangan yang diterima suara.com, Rabu (17/4/2024).
Diabetes gestasional adalah diabetes yang berlangsung selama masa kehamilan sampai proses persalinan. Kondisi ini bisa terjadi meskipun perempuan tersebut sebelum hamil tidak pernah sakit diabetes.
Menurut dr. Hendrik ada beberapa faktor risiko perempuan hamil bisa mengalami diabetes dari mulai kondisi obesitas, jarang olahraga atau aktivitas fisik, pernah lahirkan bayi lebih berat dari 4,1 kilogram, memiliki PCOS, tekanan darah tinggi (hipertensi) hingga riwayat keluarga diabetes.
"Bila memiliki beberapa faktor risiko tersebut disarankan tetap melakukan tes gula darah pada minggu ke 24 hingga 28 kehamilan," jelas dr. Hendrik.
Selain itu, dr. Hendrik juga mengingatkan jika sebelumnya pernah hamil dalam kondisi diabetes gestasional, maka ia juga berisiko mengalami hal serupa di kehamilan berikutnya.
"Ada 50% kemungkinan Anda akan mengalaminya lagi jika sebelumnya Anda pernah mengalami diabetes gestasional. Jangan lupa memberitahu riwayat diabetes gestasional Anda pada dokter jika pernah mengalaminya," paparnya.
Pola makan ibu hamil dengan diabetes
Baca Juga: Makin Dicurigai Lagi Hamil, Ini5 Fakta Outfit Lebaran Syahrini Seharga Ratusan Juta
Lantaran diabetes gestasional bisa jadi bumerang untuk ibu hamil, di satu sisi harus banyak mengonsumsi nutrisi sehat tapi di satu sisi harus membatasi makanan khususnya yang mengandung gula.
Inilah sebabnya kata dr. Hendrik, penting menerapkan pola makan ibu hamil dengan diabetes seperti sebagai berikut:
- Konsumsi banyak buah dan sayur. Serat pada makanan ini dapat membantu lonjakan gula darah.
- Konsumsi daging rendah lemak dan lemak sehat sewajarnya.
- Konsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks, seperti beras merah.
- Minum susu rendah lemak dan tanpa gula
- Hindari makanan yang mengandung gula tinggi seperti cokelat, gula, permen, dan cake.
- Hindari makan gorengan dan cepat saji.
"Selain memilih jenis makanan, pastikan juga untuk menjaga porsi makanan yang dimakan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan juga dapat meningkatkan risiko naiknya kadar gula," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa