Suara.com - Heboh pelawak Parto dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulance karena batu ginjal hingga harus segera dapat perawatan medis. Kondisi ini membuat publik penasaran, kenapa ya rasa sakit batu ginjal tidak tertahankan?
Melihat suaminya sakit batu ginjal hingga harus dirawat, membuat Dina Risty mengaku patah hati dan tidak kuat menahan kesedihannya. Ia juga berharap penyakit yang diidap suaminya membuat dosa Parto diampuni.
"Patah hati aku melihat kamu sakit begini. Semoga sakitmu ini menjadi penggugur dosa-dosa dan akan menaikkan derajatmu," tulis Dina Risty dalam unggahan Instagram Story-nya, dikutip suara.com, Jumat (26/4/2024).
Batu ginjal adalah endapan keras yang terbentuk dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal kerap dikaitkan dengan penyakit kencing batu atau nefrolitiasis, yaitu saat di dalam ginjal terdapat ukuran batu yang sangat kecil hingga mencapai beberapa inci.
Melansir Hello Sehat, saat gejala batu ginjal menyerang orang tersebut akan mengalami rasa sakit hebat seperti nyeri punggung bagian samping, belakang, dan bawah tulang rusuk. Bahkan pasien juga merasakan sensasi terbakar saat buang air, demam, hingga mual dan muntah.
Sementara itu menurut Urolog Mayo Clinic Rochester Minnesota dr. David E. Patterson menjelaskan rasa sakit hebat yang dialami pasien dengan batu ginjal disebabkan kejang karena adanya batu yang tersangkut di ureter, ditambah ginjal terus tertekan karena banyaknya air kencing yang tidak bisa disaring atau dikeluarkan.
"Orang sering menggambarkan nyeri batu ginjal sebagai nyeri panggul yang dimulai di bawah tulang rusuk dan turun ke testis pada lelaki atau labia pada perempuan.Untuk meringankan rasa sakit, penyedia layanan kesehatan sering merekomendasikan obat pereda nyeri yang dijual bebas bagi mereka yang sedang menunggu batu ginjal keluar," ujar dr. David mengutip Mayo Clinic.
dr. David menambahkan setidaknya ada beberapa 3 penyebab utama batu ginjal sangat menyakitkan. Pertama yaitu ureter berukuran kecil dan tidak fleksibel, sehingga tidak dapat melebar untuk menampung batu. Penyebab kedua, yakni ketika batu masuk ke dalam ureter, ureter bereaksi dengan menekan batu tersebut untuk mencoba mengeluarkannya. Kondisi inilah yang disebut dengan kejang, yang akhirnya menyebabkan rasa sakit yang sangat parah.
"Ketiga, yakni jika batu menghalangi ureter, urin kembali naik ke ginjal sehingga menyebabkan tekanan di dalam ginjal," papar dr. David.
Baca Juga: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Batu Ginjal, Penyakit yang Dialami Parto Patrio
Sementara itu, batu ginjal terbentuk dari mineral dan garam asam. Sekitar 85 persen batu ginjal berbahan dasar kalsium, biasanya kalsium oksalat. Ada juga batu ginjal yang kurang umum yaitu batu asam urat, batu struvite, dan batu sistin. Untuk menentukan jenis batu ini, dokter akan melakukan tes darah dan urin pada pasien.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh