Suara.com - Penyakit jantung kerap dianggap sebagai penyakit yang hanya akan diidap oleh orang tua. Namun, anggapan tersebut nyatanya keliru seiring gaya hidup tidak sehat yang dilakukan masyarakat. Gaya hidup tidak sehat itu erat kaitannya dengan kebiasaan yang populer dilakukan, seperti rebahan, malas olahraga, serta konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Pondok Indah dr. Johan Winata, Sp. JP., mengungkapkan kalau dirinya tengah menangani pasien penyakit jantung berusia 20-an tahun hingga tiga orang.
"Perkembangan zaman sekarang banyak makan junkfood, fastfood, dan jarang olahraga, karena itu penyakit jantung bisa kita temukan bahkan sejak usia 20 tahun. Ada pasien saya usianya 23, 25, 27 tahun," ungkap dokter Johan dalam diskusi media di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dokter Johan menambahkan, risiko penyakit jantung sebenarnya bisa diperkirakan sejak masih anak-anak. Dia menyampaikan bahwa anak-anak yang sejak kecil alami obesitas berisiko lebih cepat alami gangguan fungsi jantung lebih cepat apabila masalah kelebihan berat badannya tidak segera ditangani.
Hal itu terjadi karena pembuluh darah di jantung terlanjur mengalami penumpukan plak selama bertahun-tahun.
"Plak itu tumbuh mulai usia 10 tahun. Kalau usia 40-an tahun plak masih 10 persen itu normal. Tapi kalau plak itu sudah tumbuh 20-30 persen diusia 20-an tahun itu gak wajar. Karena saat usia 40 tahun bisa aja tumbuh jadi 30-40 persen. Usia 60-70 tahun sudah harus pasang sten atau ring jantung," tuturnya.
Untuk mencegah penyakit jantung tersebut, dokter Johan mengingatkan untuk menjaga gaya hidup sehat dengan batasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula, garam, dan lemak berlebih. Tak kalah penting juga untuk lakukan olahraga secara rutin.
Dia menganjurkan untuk lakukan olahraga yang bisa membakar kalori sebanyak 1.500 per minggu. Artinya, bila dicicil per hari bakar kalori 250, maka perlu olahraga 6 kali dalam sepekan.
Dikutip dari Klik Dokter, membakar 250 kalori bisa didapatkan dengan melakukan gerakan yoga selama 1 jam, 30 menit berenang gaya bebas, maupun 45 menit bermain badminton.
Berita Terkait
-
Mengapa Konsumsi Garam Berlebih Picu Hipertensi dan Penyakit Jantung? Dokter Ungkap Alasannya
-
Mengenal Pompa LVAD, Prosedur Khusus Untuk Membantu Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Gagal Jantung
-
Cegah Kematian Jantung Mendadak Akibat Aritmia, Dokter Tekankan Pentingnya Pemeriksaan EKG untuk Skrining
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak