Suara.com - Seiring berkembangnya gaya hidup dan teknologi, muncul berbagai inovasi pada rangkaian perawatan gigi dan mulut, salah satunya sikat gigi elektrik. Tapi, bagaimana efektivitasnya dibandingkan sikat gigi biasa?
Seperti yang diketahui, perawatan gigi dan mulut adalah salah satu aspek yang sangat penting untuk mencegah berbagai masalahan kesehatan. Menurut data dari acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), menyebutkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih belum mengikuti cara menyikat gigi dengan benar. Hal ini akan mengakibatkan muncul plak, dan jika dibiarkan menumpuk, akan menjadi karang gigi yang memicu berbagai macam masalah kesehatan seperti gusi bengkak, nyeri, dan mudah berdarah.
Selain kesalahan teknik dalam menyikat gigi yang benar, edukasi tentang mengganti produk kebersihan diri sikat gigi secara rutin juga masih sangat minim. Menurut American Dental Association (ADA) dan Center for Disease Control and Prevention (CDC), mereka merekomendasikan penggantian sikat gigi setiap 3 hingga 4 bulan sekali.
Selain memperhatikan teknik menyikat gigi yang benar, pemilihan sikat gigi juga sama pentingnya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Menurut Journal of Dentistry, penggunaan sikat gigi elektrik mampu menghilangkan plak dan radang gusi lebih efektif ketimbang sikat gigi manual.
Lalu, seberapa efektif sikat gigi elektrik? Dan bagaimana menjaga kesehatan gigi dan mulut agar lebih baik lagi? Simak tipsnya di bawah ini :
1. Memilih sikat gigi yang dapat bekerja secara optimal menghilangkan plak
Pemilihan sikat gigi merupakan kunci utama untuk dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal ini tentunya harus disesuaikan dengan kondisi dan bentuk gigi dan gusi agar dapat bekerja secara optimal.
Namun nyatanya, seringkali kita memilih sikat gigi yang tidak sesuai dan mengakibatkan gusi berdarah. Menjawab permasalahan tersebut, Pepsodent menghadirkan sikat gigi elektrik Pepsodent Provibe. Inovasi ini merupakan era baru dalam perawatan gigi dan mulut karena memiliki bulu sikat setipis 0.01mm yang lembut dan aman untuk gusi, serta teknologi Sonic Vibration yang dapat membersihkan plak 8x lebih efektif dibandingkan sikat gigi biasa.
Selain itu, sikat gigi ini dilengkapi dengan timer yang dapat membantu menyikat gigi secara efektif selama dua menit, dengan jeda setiap 30 detik untuk berpindah dari area satu ke area lainnya. Tak hanya itu, sikat gigi ini juga memiliki tiga mode pembersihan gigi yaitu:
Baca Juga: Bolehkah Sikat Gigi Saat Puasa? Simak Panduan Lengkap dari Berbagai Alim Ulama
- Mode Clean : Membersihkan dengan 33,000 getaran/menit,
- Mode Whitening : Memutihkan gigi dengan 35,000 getaran/menit, dan
- Mode Sensitive : Nyaman untuk gigi dan gusi sensitif dengan 30,000 getaran/menit.
Sikat gigi elektrik Pepsodent Provibe ini juga telah dirancang untuk penggunaan 60 hari dengan sekali full charge dengan port pengisian daya USB yang nyaman agar dapat digunakan kapan saja dan dimana saja.
2. Sikat gigi secara rutin
Selain alat yang tepat, butuh pula konsistensi dalam perawatan gigi dan mulut. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, waktu yang disarankan untuk menyikat gigi adalah dua kali sehari yaitu pagi hari sebelum beraktivitas, dan malam hari sebelum beristirahat.
Kemudian, penting untuk sikat gigi di pagi hari agar plak dan sisa makanan yang dikonsumsi setelah sarapan dapat dibersihkan, serta kesegaran mulut dan nafas dapat terjaga untuk memulai hari. Sedangkan sikat gigi di malam hari bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang tertinggal dari kegiatan makan sepanjang hari yang dapat menjadi penumpukan plak/karang gigi, sehingga menghindari munculnya gigi berlubang, kesehatan gigi dan mulut dapat terjaga.
3. Memilih pasta gigi yang tepat dan sesuai kebutuhan
Selain sikat gigi, pasta gigi juga berperan dalam perawatan gigi dan mulut. Hal ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, contohnya untuk gigi sensitif, memutihkan gigi, atau napas yang segar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya