Suara.com - Isu mengenai bromat dalam kandungan air minum dalam kemasan (AMDK)masih menjadi pembicaraan. Oleh karena itu, Pengamat Hukum Kesehatan, Firdaus Diezo mendesak pemerintah lebih gencar dalam menyosialisasikan bahaya Bromat yang terkandung dalam setiap air minum dalam kemasan (AMDK).
Hal ini menyusul ancaman kanker yang disebabkan oleh zat beracun tersebut di dalam tubuh. Seperti diketahui, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa bromat dapat menyebabkan kanker, namun pengaruhnya terhadap manusia masih belum diketahui.
Ia menekankan bahwa bahaya bromat perlu diketahui oleh masyarakat luas. Menurutnya, pemerintah memiliki kewajiban untuk menjaga kesehatan masyarakat karena hal ini sangat berkaitan dengan produktivitas dan hak mereka untuk hidup layak.
Ia melanjutkan bahwa sosialisasi merupakan bentuk pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat tidak jatuh sakit. Menurutnya, penting untuk mengantisipasi bahaya bromat sebelum terlambat sehingga tidak ada korban yang berjatuhan.
Ia juga mengungkapkan bahwa bromat telah terbukti dapat menyebabkan diare, sebuah penyakit yang tidak bisa dianggap remeh karena sering terjadi di masyarakat. Keberadaan diare, tambahnya, menunjukkan bahwa Indonesia masih belum sepenuhnya lepas dari status negara berkembang.
"Indonesia uniknya gitu. Tidak makan, busung lapar; kalau makan, keracunan makanan. Nah pantaslah negara kita jadi negara dunia ketiga terus kalau begini," katanya.
Ketua YLKI Sumatera Barat, Zulnadi mengatakan bahwa pemerintah seharusnya dapat memberikan perhatian lebih terkait perlindungan masyarakat. Dia melanjutkan, pemerintah harus membuat kebijakan yang mendukung kesehatan masyarakat terkait bromat.
"Pengambil keputusan harus berani tidak membiarkan konsumen atau masyarakat teraniaya dari produk-produk yang berkeliaran di pasaran," kata Zulnadi.
Ia menekankan bahwa pemerintah, melalui lembaga terkait, harus melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap produk yang beredar di pasar. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjamin kualitas produk yang akan dikonsumsi oleh masyarakat.
Baca Juga: Cara Pakai Fitur Tersembunyi di iOS 17 yang Bisa Jaga Kesehatan Mata
Zulnadi menambahkan bahwa perlindungan konsumen adalah tanggung jawab bersama antara produsen dan pemerintah. Ia melanjutkan bahwa konsumen juga memiliki tanggung jawab untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan produk yang mereka pilih.
"Kita harapkan konsumen kita itu teliti di dalam menentukan yang menjadi pilihannya apakah ini berbahaya atau tidak berbahaya," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya