Suara.com - Beberapa orang memiliki kebiasaan untuk mengonsumsi suplemen atau vitamin tambahan dengan tujuan membuat tubuh menjadi jauh lebih sehat.
Namun, siapa sangka, konsumsi suplemen ternyata dapat membuat masalah kesehatan baru. Pada kasus tertentu, beberapa orang justru mengalami penyakit autoimun setelah mengonsumsi suplemen. Bagaimana penjelasannya?
Subspesialis Dermato Alergi Imunologi selaku pemilik Immuno Derma Clinic dr. Windy Keumala Budianti, Sp.DVE, Subsp. DAI mengatakan bahwa kondisi autoimun ini terjadi karena imun dalam tubuh meningkat dan menilai sel dalam tubuh menjadi asing.
Suplemen atau vitamin itu bekerja dengan cara meningkatkan imun. Namun jika dikonsumsi saat autoimun sedang kambuh, hal itu justru bisa menjadi masalah. Padahal, konsumsi suplemen seperti vitamin C dapat meningkatkan antioksidan dalam tubuh.
“Jadi vitamin C itu kan sebenarnya peningkat imun, jadi kalau autoimun lagi ganas-ganasnya kambuh terus dikasih vitamin C, kadang justru malah mencetuskan, tapi vitamin C juga antioksidan jadi ada sisi baiknya ada enggaknya,” kata dr. Windy dalam acara Opening Immuno Derma Clinic, Sabtu (8/6/2024).
Di sisi lain, bagi orang dengan kondisi sehat, sebenarnya asupan nutrisi dari makanan sudah cukup Oleh sebab itu, suplemen ataupun vitamin tidak diperlukan, kecuali ia memiliki masalah kesehatan kronis yang membutuhkan asupan tambahan.
“Sebenarnya (penggunaannya) sesuai indikasi, sebenarnya dari asupan makanan juga sudah cukup buah sayur mengandung vitamin C. Tapi ada misalnya penyakit kronik yang tidak sembuh, kadang memang membutuhkan vitamin C karena dia bersifat antioksidan,” sambungnya.
Menambahkan hal ini, Spesialis Gizi Klinik di Immuno Derma Clinic Dr. Bintari Anindhita, Sp.GK. mengatakan, konsumsi suplemen maupun vitamin tidak diperlukan jika kondisi seseorang sehat. Hal ini karena suplemen biasanya memiliki dosis besar yang melebihi kebutuhan harian.
“Jadi sebenarnya, multivitamin, vitamin C, dan segala macam itu kan ada kebutuhannya masing-masing. Dan sebenarnya kecukupan gizinya selama sehat tidak ada kondisi masalah apapun itu enggak besar. Kita konsumsi vitamin C hampir tiap hari itu dosisnya besar sekali, sedangkan kebutuhan harian tanpa kondisi penyakit apapun itu sekitar 90-100 mg saja dan itu bisa tercapai dari makanan sudah terpenuhi,” jelas dr. Bintari.
Baca Juga: 8 Kandungan Suplemen yang Bisa Bantu Tubuh Makin Maksimal Berolahraga: Bermanfaat Untuk Atlet!
Namun, untuk orang yang alami luka untuk penyembuhan lebih cepat atau sakit tertentu, konsumsi suplemen atau vitamin dapat dianjurkan. Hal ini karena itu memang dibutuhkan sebagai asupan tambahan.
“Tapi jika kondisi-kondisi khusus, misalnya ada luka yang enggak sembuh-sembuh atau ada penyakit tertentu kadang terjadi peningkatan kebutuhan, nah itu sebenarnya baru kita kasih suplementasi baik itu bentuk pil minum maupun injeksi. Jadi sebenarnya suplementasi itu hanya bisa dibutuhkan saja,” jelasnya.
Sementara itu, jika seseorang alami sakit autoimun karena konsumsi suplemen, vitamin, atau penyebab lainnya, dapat segera melakukan pengobatan. Hal ini akan membantu untuk mengatasi autoimun yang dialami.
Untuk pengobatan di Jakarta dapat dilakukan di Immuno Derma Clinic. Klinik ini memberikan pelayanan menyembuhkan autoimun, masalah kulit, alergi, ataupun penyakit lainnya.
“Kami memberikan pelayanan untuk pengelolaan penyakit kulit alergi, autoimun, inflamasi dan lain-lain untuk memberikan hasil yang optimal bagi pasien kami,” jelas dr. Bintari.
Immuno Derma Clinic juga memberikan berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dapat mengoptimalkan diagnosis dan tata laksana kesehatan kulit pelanggan, antara lain pemeriksaan uji tusuk kulit (skin prick test), uji tempel kulit (patch test) yang lengkap, uji alergi suhu (temptest), pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan genomik, pemeriksaan molekuler, skrining pra-nikah dan infeksi menular seksual, serta skrining tumor kulit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya