Suara.com - Olahraga secara umum memang dapat meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi berbagai risiko penyakit. Namun, bagi sebagian kecil individu dengan kondisi jantung tertentu, olahraga justru dapat memicu kematian mendadak akibat gangguan jantung. Lalu, adakah cara jaga kesehatan jantung saat olahraga?
Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, kasus kematian mendadak akibat gangguan jantung ini cukup umum terjadi pada atlet, dengan perkiraan 1 dari 40.000 hingga 80.000 atlet mengalaminya setiap tahun. Meski begitu, bukan tak mungkin hal ini juga terjadi pada masyarakat biasa non-atlet.
Seperti diketahui, penyakit jantung merupakan salah satu penyakit tidak menular yang saat ini semakin sering ditemui di berbagai kalangan masyarakat tanpa mengenal usia. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia menyebutkan tren peningkatan penyakit jantung tersebar di semua kelompok umur, termasuk di usia muda kurang dari 40 tahun dengan prevalensi serangan jantung yang meningkat sebanyak 2% setiap tahunnya sejak 2000-2016. Selain itu, studi yang dipublikasikan di American Journal of Medicine menyebutkan fakta bahwa 1 dari 5 pasien serangan jantung berusia di bawah 40 tahun.
Country Chief Product Officer Allianz Indonesia Himawan Purnama menanggapi data peningkatan tersebut. Menurutnya, apabila peningkatan seperti ini terus berlanjut, maka estimasi di 2024, peningkatannya bisa mencapai hingga 50%. Dan oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mulai menjaga kesehatan jantung sejak dini, salah satunya dengan berolahraga.
Namun sayangnya, akibat kerap ditemui beberapa kejadian serangan jantung yang justru terjadi saat seseorang sedang berolahraga, muncul mitos bahwa orang yang memiliki risiko jantung harus menghindari olahraga.
Padahal faktanya, menurut dr. Bayushi Eka Putra, SpJP, FIHA, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, olahraga justru akan memperkuat otot jantung dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Hanya saja, bagi pemula yang tidak pernah aktif berolahraga sebelumnya dan menderita penyakit jantung, maka diperlukan rencana olahraga yang sesuai dan tidak melewati batas.
Supaya tak salah kaprah dengan mitos di atas, dr. Bayu bersama dengan Allianz Indonesia memberikan sesi edukasi secara menyeluruh tentang risiko penyakit jantung dan pentingnya menjalani gaya hidup sehat. Berikut tips menjaga kondisi kesehatan jantung, terutama saat berolahraga.
1. Hindari aktivitas olahraga dalam intensitas yang tinggi.
Apabila belum terbiasa dengan aktivitas olahraga, khususnya intensitas yang tinggi, risikonya sangat besar terhadap kesehatan jantung. Jikalau ingin olahraga intensitas tinggi, maka harus dilakukan secara bertahap untuk menghindari kemungkinan terjadinya henti jantung.
Baca Juga: Hindari 3 Gaya Hidup Ini Jika Ingin Jantungmu Tetap Aman
Pilihlah aktivitas fisik seperti aerobik atau olahraga ringan seperti berjalan santai sebagai alternatif. Hal ini tidak hanya membantu menjaga berat badan tetap ideal, tetapi juga meningkatkan fungsi jantung dan mengurangi tekanan darah.
2. Hindari overtraining
Olahraga yang terlalu tinggi hingga overtraining dapat menyebabkan kondisi tubuh menjadi sangat kelelahan dan mengalami kesulitan bernapas. Hal ini dapat diantisipasi dengan melakukan monitoring, seperti menggunakan smartwatch untuk menghitung nadi.
Untuk memantau detak jantung saat olahraga, kita dapat menentukan rata-rata maksimal heart rate dengan mengurangi 220 bpm dengan jumlah usia kita, lalu dengan memperkirakan target heart rate zone sekitar 50-85% dari maximal heart rate.
3. Rutin lakukan medical checkup
Dengan melakukan pemeriksaan rutin, kita bisa mengetahui fit atau tidaknya tubuh kita dalam beraktivitas. Selain itu dengan melakukan screening, kita dapat mengecek ada atau tidaknya penyakit jantung koroner (sumbatan pembuluh darah jantung) serta apakah ada gangguan irama jantung pada saat aktivitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien