Suara.com - Wajah bengkak ternyata dipicu penimbunan lemak akibat gaya hidup yang tidak sehat. Hal itu juga karena masalah kesehatan yang memengaruhi kadar hormon kortisol dalam tubuh manusia.
"Ini adalah penumpukan timbunan lemak di seluruh wajah dan biasanya disebabkan oleh produksi kortisol yang berlebihan, baik dari tubuh Anda sendiri atau dari obat-obatan yang Anda konsumsi," kata dokter khusus kesehatan regeneratif dan hormon, Gowri Reddy Rocco, Jumat (2/8/2024).
Dalam laman Well and Good, Kamis (1/8/2024), Claveland Clinic menjelaskan bahwa moon face (wajah bulan) adalah pembengkakan yang terbentuk di sisi wajah, membuatnya tampak bengkak dan bulat seperti bulan purnama.
Menurutnya, hal itu bukanlah kondisi. Namun, efek samping dari masalah kesehatan mendasar yang memengaruhi kadar hormon seperti kortisol dalam tubuh.
Rocco paling sering melihatnya pada orang yang yang dirawat dengan kortikosteroid, seperti prednison, untuk kondisi seperti radang sendi, asma, penyakit autoimun seperti lupus dan multiple sclerosis, kondisi kulit seperti eksim dan ruam, atau jenis kanker tertentu.
Alasan medis lain untuk wajah bulan mungkin lebih umum, seperti resistensi insulin, diabetes, atau hipotiroidisme, tetapi mungkin juga mengalami efek samping lain, seperti kelelahan, masalah tidur, dan depresi atau kecemasan, antara lain, kata Dr. Rocco.
"Bengkak umum yang dapat Anda alami dari hal-hal lain seperti retensi air, penambahan berat badan, minum terlalu banyak alkohol, dehidrasi, dan pola makan buruk yang tinggi lemak, gula, dan makanan olahan. Semua itu dapat menyebabkan wajah tampak lebih bulat," kata Rocco.
Mayo Clinic juga mengatakan, stres kronis juga dapat meningkatkan kemungkinan beralihnya kebiasaan gaya hidup yang buruk, yang dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol dari waktu ke waktu dan efek samping seperti masalah tidur, kecemasan, dan penambahan berat badan.
Untuk mencegah pembengkakan, Claveland Clinic menyarankan untuk menjaga kadar kortisol agar tubuh berfungsi dengan baik. Kadar kortisol dalam darah yang sehat biasanya mencapai puncaknya di pagi hari dan menurun sepanjang hari. Bagi kebanyakan orang dewasa, kadarnya sekitar 10 hingga 20 mikrogram per desiliter dari pukul 6 pagi hingga 8 pagi dan 3 hingga 10 mikrogram per desiliter sekitar pukul 4 sore.
Kadar kortisol yang terlalu tinggi (akibat kondisi medis tertentu atau stres kronis) dapat menyebabkan efek seperti penambahan berat badan, depresi, peradangan, dan lainnya, kata Rocco.
"Jika kortisol yang tinggi disebabkan oleh kondisi medis, Anda perlu menemui dokter untuk mendapatkan perawatan atau obat. Namun secara umum, kebiasaan gaya hidup sehat yang mungkin sudah Anda jalani dapat membantu menurunkan kadar kortisol secara keseluruhan—tidak perlu suplemen, e-book, atau produk mewah," katanya.
Rocco menyarankan untuk tidur cukup, berolahraga setiap hari, konsumsi makanan seimbang, kurangi asupan alkohol, dan manajemen stres dengan memprioritaskan kegembiraan untuk meningkatkan hormon oksitosin dan endorfin untuk kesehatan secara keseluruhan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat