Suara.com - Nikita Mirzani mengaku hatinya hancur saat mengetahui kabar Lolly alias Laura Meizani hamil, mengingat dampak kehamilan remaja tidak main-main. Ia menyinggung pengorbanan seorang ibu yang membesarkan anak sendirian, tapi anaknya malah mengecewakan orang tua.
"Saya tahu itu anak hamil dari bulan lalu. Saya diam, hati saya hancur. Saya besarin dia sendirian, tiba-tiba itu anak hamil sama gemb**. Kamu seorang perempuan, nanti kamu akan menjadi seorang ibu, kamu rasain sendiri rasanya gimana. Saya diam lho dari kemarin," tandasnya, ditulis Rabu (28/8/2024).
Kehamilan pada usia remaja bukanlah hal yang sepele. Sebab kehamilan di usia muda dapat memicu berbagai masalah kompleks yang berdampak pada kehidupan remaja dan bayi yang dikandungnya.
Dokter Katie Mena, MD, dalam tulisannya di Healthline mengemukakan dampak buruk kehamilan remaja tidak hanya memengaruhi kesehatan badan, tapi juga mental. Saat hamil, tubuh perempuan akan berubah yang membuat kebiasaan seperti pola makan dan pola tidur turut terpengaruh.
Studi yang diterbitkan di jurnal Pediatrics menemukan bahwa remaja berusia 15-19 tahun yang pernah hamil berisiko 2 kali lipat lebih besar mengalami depresi pasca melahirkan. Persentasenya bahkan jauh lebih besar daripada perempuan berusia 25 tahun ke atas, dengan faktor risiko yang sama.
Tidak hanya depresi pasca melahirkan, remaja yang hamil juga memiliki tingkat stres yang jauh lebih tinggi, membuat mereka rentan mengalami gangguan kesehatan jiwa. Simak lebih lengkap dampak kehamilan remaja berikut ini:
1. Risiko Kesehatan Ibu dan Bayi
Kehamilan remaja meningkatkan risiko masalah kesehatan pada ibu dan bayi, di antaranya:
- Kelahiran prematur: Bayi yang lahir prematur seringkali memiliki berat badan lahir rendah dan berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan jangka panjang.
- Komplikasi persalinan: Remaja memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi persalinan seperti pendarahan, persalinan lama, atau persalinan dengan bantuan alat.
- Anemia: Kekurangan zat besi sering terjadi pada remaja hamil, yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan bayi.
- Preeklamsia: Tekanan darah tinggi selama kehamilan yang dapat mengancam nyawa ibu dan bayi.
2. Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan
Baca Juga: Nikita Mirzani Geram Lolly Biayai Pacar hingga Rp 400 Juta: Dia Jual Kesedihan
Kehamilan remaja juga bisa mengganggu tumbuh kembang remaja sebagai orang tua, dan bayi yang dilahirkan sebagai anak. Risiko yang muncul antara lain:
- Terhambatnya pendidikan: Kehamilan remaja seringkali menyebabkan remaja putus sekolah atau menunda pendidikan.
- Kesulitan finansial: Beban merawat bayi dapat menjadi sangat berat bagi remaja yang belum memiliki pekerjaan tetap.
- Keterbatasan peluang: Kehamilan di usia muda dapat membatasi peluang remaja untuk mencapai cita-cita dan meraih kesuksesan.
3. Dampak Psikologis
Dampak psikologis yang muncul akibat kehamilan remaja juga tidak bisa dianggap remeh, yakni:
- Depresi dan kecemasan: Kehamilan yang tidak direncanakan dapat menimbulkan stres, depresi, dan kecemasan yang berkepanjangan.
- Kurang percaya diri: Remaja yang hamil seringkali merasa tidak siap dan kurang percaya diri dalam menghadapi masa depan.
- Isolasi sosial: Rasa malu dan stigma sosial dapat membuat remaja yang hamil merasa terisolasi dari lingkungan sekitar.
4. Kemiskinan dan Tantangan Sosial
Kehamilan remaja juga berdampak pada kehidupan sosial, yakni:
- Stigma sosial: Remaja hamil seringkali menghadapi stigma negatif dari masyarakat.
- Konflik keluarga: Kehamilan remaja dapat memicu konflik dalam keluarga.
- Pernikahan dini: Beberapa remaja memilih untuk menikah dini sebagai solusi atas kehamilan yang tidak diinginkan.
- Kemiskinan: Kehamilan remaja seringkali memperburuk kondisi ekonomi keluarga.
- Generasi berikutnya: Anak-anak yang lahir dari ibu remaja memiliki risiko lebih tinggi mengalami kemiskinan dan masalah sosial lainnya.
Upaya Pencegahan Kehamilan Remaja
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?