Suara.com - Setiap tahunnya, tanggal 10 Oktober diperingati sebagai hari yang penting bagi masyarakat di dunia. Lantas, 10 Oktober hari apa?
Tanggal 10 Oktober merupakan Hari Kesehatan Mental Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan perhatian global terhadap kesehatan mental, menumbuhkan kesadaran tentang berbagai isu terkait, serta memberikan dukungan kepada mereka yang mengalami gangguan kesehatan mental.
Berikut adalah ulasan mengenai sejarah, tema, dan serba-serbi Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober 2024.
Sejarah Hari Kesehatan Mental Sedunia
Hari Kesehatan Mental Sedunia berawal dari kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, yang muncul setelah Perang Dunia II. Kesadaran ini mendorong pembentukan Federasi Kesehatan Mental Dunia atau World Federation for Mental Health (WFMH) pada 18-21 Agustus 1948, atas prakarsa WHO.
Setelah menilai perlunya advokasi kesehatan mental pasca perang, WHO mendukung pembentukan WFMH. Wakil Sekretaris Jenderal WFMH, Richard C. Hunter, kemudian menginisiasi peringatan pertama Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober 1992.
Pada 1994, peringatan ini mulai dirayakan dengan tema. Sejak saat itu, Hari Kesehatan Mental Sedunia dirayakan setiap tahun pada 10 Oktober, dengan tujuan meningkatkan kesadaran global akan kesehatan mental melalui kolaborasi dan tindakan berkelanjutan.
Tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2024
Mengutip dari situs resmi WHO, tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2024 adalah "Mental Health at Work" atau kesehatan mental di tempat kerja. Pada peringatan tahun ini, WHO bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menekankan pentingnya hubungan antara kesehatan mental dan lingkungan kerja.
Baca Juga: Jaga Kesehatan Mental, Apakah Biaya Konsultasi Psikolog Ditanggung Asuransi?
Namun, kondisi kerja yang tidak ideal, seperti stigma, diskriminasi, pelecehan, dan kondisi kerja yang buruk dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan mental, kualitas hidup, serta partisipasi dan produktivitas di tempat kerja.
Oleh karena itu, penting bagi pemerintah, pengusaha, organisasi pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya yang bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan pekerja untuk bekerja sama dalam meningkatkan kesehatan mental di tempat kerja.
Mengingat 60% populasi global bekerja, diperlukan tindakan yang cepat untuk mencegah risiko terhadap kesehatan mental serta melindungi dan mendukungnya di tempat kerja.
Kerja sama antara pemerintah, pengusaha, organisasi pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk meningkatkan kesehatan mental di lingkungan kerja.
Fakta Unik dan Menarik tentang Hari Kesehatan Mental Sedunia
1. Disiarkan di Televisi Tiga Tahun Berturut-turut
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya