Suara.com - Hari Penglihatan Sedunia diperingati rutin setiap tahun. Karena bicara soal kesehatan mata, saat ini masih banyak mitos yang beredar seputar penglihatan. Salah satunya anggapan bahwa melihat yang hijau bisa menyehatkan mata, memang iya?
Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day (WSD) diperingati setiap hari Kamis di minggu kedua bulan Oktober. Momen ini kerap dijadikan sebagai ajang mengedukasi masyarakat tentang kesehatan mata.
Dokter Spesialis RS Mata Cicendo, Dr. dr Feti Karfiati Memed, SpM(K), MKes mengatakan anggapan melihat hijau bisa menyehatkan mata tidak sepenuhnya benar. Ini karena jika yang dimaksud melihat warna hijau, maka tidak benar.
Tapi jika yang dilihat adalah pemandangan dengan jarak jauh, maka dokter yang juga mantan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) itu membenarkan kebiasaan tersebut bisa menjaga kesehatan mata.
"Jadi maksudnya lihat sejauh mata bisa memandang, bukan lihat warna hijau. Nanti lihat warna hijau, ada seprai warna hijau dilihat. Padahal bukan itu maksudnya. Jadi maksudnya, lihat di luar pemandangan," ujar Dr. Feti saat konferensi pers Kementerian Kesehatan, Kamis (10/10/2024).
Sehingga, Dr. Feti menyimpukan, apabila yang dimaksud melihat hijau-hijau yaitu pepohonan, sawah hingga pemandangan landscape alam yang luas, maka perilaku tersebut baik untuk fungsi mata.
"Namun mungkin zaman dulu yang hijau-hijau itu maksudnya pemandangan, jadi pemandangan itu luas kan, jauh. Lihat daun lihat sawah, lihat gunung, maksudnya hijau-hijau bukan yang berwarna hijau," paparnya.
Sementara itu, melansir All About Vision, disebutkan bahwa melihat objek yang jauh tidak akan memperburuk miopia atau rabun jauh. Justru kebiasaan melihat jauh ini berdampak baik untuk kesehatan mata, karena membuat otot mata jadi lebih rileks dan mengurangi ketegangan.
Adapun otot mata bisa tegang karena melihat dekat seperti membaca buku, menatap ponsel atau bekerja depan layar selama berjam-jam. Kondisi ini membuat lensa mata berkontraksi dan tidak punya kesempatan untuk rileks.
Ketegangan mata atau mata lelah ini artinya mata tidak berkedip untuk waktu yang lama, sehingga lebih terpapar udara dan penguapan. Ini menciptakan lubang pada film air mata dan menyebabkan ketidakteraturan permukaan kornea, yang menghasilkan penglihatan kabur dan kelanjutan dari masalah ini.
Ini juga jadi alasan para pakar kesehatan beri saran menggunakan teknik 20-20-20, yaitu setiap 20 menit sekali ambil waktu selama 20 detik istirahat dengan cara melihat jauh 20 kaki atau minimal 6 meter. Yuk, mulai terapkan kebiasaan ini agar mata tetap sehat!
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?