Suara.com - Khasiat akar bajakah untuk kanker menjadi topik yang semakin banyak dicari oleh masyarakat, terutama karena potensinya sebagai obat herbal alami yang berasal dari hutan Kalimantan. Kamu mungkin sudah pernah mendengar tentang bajakah, tetapi seberapa dalam kamu memahami kekuatannya?
Mari kita gali bersama fakta-fakta penting yang belum banyak diketahui orang, berdasarkan penelitian ilmiah dari lembaga kredibel di Indonesia.
Dikutip dari situs PAFI PUSAT berikut fakta menarik khasiat akar bajakah.
1. Bajakah, Akar Ajaib dari Pedalaman Kalimantan
Bajakah adalah nama lokal untuk tanaman merambat dari hutan tropis Kalimantan yang telah lama digunakan oleh masyarakat Dayak sebagai ramuan penyembuh luka dan peningkat stamina. Namun, perhatian dunia meningkat drastis setelah penelitian siswa SMAN 2 Palangkaraya menemukan potensi akar bajakah sebagai agen antikanker. Riset ini kemudian didukung oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang membuktikan kandungan antioksidan tinggi dalam ekstrak bajakah.
2. Penelitian Ilmiah Membuktikan Aktivitas Antikanker
Salah satu studi penting dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak akar bajakah memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker payudara pada uji laboratorium. Bahkan, uji pada hewan coba menunjukkan penurunan signifikan dalam jumlah sel kanker setelah diberikan ramuan bajakah secara teratur. Ini bukan hanya sugesti—ini bukti ilmiah.
3. Kandungan Fitokimia yang Mempesona
Apa yang membuat akar bajakah begitu efektif? Jawabannya ada pada komposisi kimianya. Bajakah mengandung flavonoid, tannin, saponin, dan fenolik—semuanya dikenal sebagai agen antioksidan yang kuat. Zat-zat ini berfungsi menetralkan radikal bebas, memperlambat pertumbuhan sel kanker, dan bahkan memicu apoptosis atau kematian sel kanker secara alami. Ini membuat bajakah menonjol dibanding herbal lain yang hanya bertindak sebagai imunomodulator.
Baca Juga: Bahaya! Teh Sosro, Teh Poci, Sariwangi dan Tong Tji Mengandung Mikroplastik Berbahaya
4. Cara Tradisional Mengolah Bajakah yang Aman
Kamu mungkin bertanya-tanya: bagaimana cara menggunakan bajakah secara aman? Masyarakat adat Dayak biasanya merebus akar bajakah yang telah dikeringkan menjadi teh herbal. Proses ini dilakukan tanpa bahan kimia tambahan, menjaga kemurnian senyawanya. Bagi pemula, kamu bisa mengonsumsi satu cangkir per hari untuk mendapatkan manfaat secara bertahap. Namun, sangat disarankan berkonsultasi dengan herbalis atau tenaga medis sebelum mengonsumsinya secara rutin.
5. Perlunya Regulasi dan Edukasi untuk Penggunaan yang Tepat
Meski potensinya besar, penggunaan bajakah secara luas belum diatur secara komprehensif. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) telah mengingatkan pentingnya standardisasi produk herbal agar tidak menimbulkan efek samping atau kontaminasi. Oleh karena itu, jika kamu menemukan produk bajakah dalam bentuk kapsul atau teh kemasan, pastikan ada izin edar resmi dari BPOM sebagai jaminan keamanan.
Kamu kini telah mengetahui lebih dalam mengenai khasiat akar bajakah untuk kanker. Dengan dukungan riset lokal dari universitas hingga lembaga kesehatan nasional, tanaman ini memang bukan sekadar mitos. Namun, penting bagi kamu untuk menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.
Terus gali informasi dari sumber terpercaya, dan jika kamu tertarik menjadikan bajakah sebagai bagian dari gaya hidup sehatmu, mulailah dengan versi alami yang telah digunakan turun-temurun. Alam memang menyediakan jawaban, tetapi manusia perlu cerdas dalam memanfaatkannya. ***
Berita Terkait
-
Suho EXO Terpilih Jadi Duta Kehormatan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia
-
Waspadai 9 Gejala Kesehatan Ini: Biasa Dianggap Sepele, Bisa Jadi Gejala Kanker
-
Profil Suho EXO, Leader Grup Kpop yang Diangkat Jadi Duta Kehormatan YKAKI
-
Mengenal Gejala Kanker Kolorektal, Banyak Diidap Gen Z?
-
6 Resep Minuman untuk Cegah Kanker, Sehat dan Mudah Dibuat!
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?