Suara.com - Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan aktif terus meningkat, terlihat dari semakin banyaknya fasilitas umum dan perumahan yang menyediakan area olahraga seperti gym, lapangan futsal, hingga jogging track. Namun, di balik semangat berolahraga, ada risiko yang sering luput dari perhatian, yaitu serangan jantung mendadak.
Faktanya, henti jantung bisa terjadi kapan saja, bahkan pada orang yang terlihat sehat dan aktif sekalipun. Dalam kondisi darurat seperti ini, kecepatan penanganan sangat penting. Detik-detik pertama sangat menentukan keselamatan korban. Inilah mengapa keberadaan AED (Automated External Defibrillator) menjadi sangat penting di fasilitas olahraga.
Melihat pentingnya peran alat ini, SECOM Indonesia hadir untuk menyediakan solusi AED yang andal, mudah digunakan, dan siap menyelamatkan nyawa dalam kondisi darurat.
Apa itu AED dan Mengapa Penting?
AED adalah alat kejut jantung yang dapat digunakan oleh siapa saja, bahkan tanpa latar belakang medis. Fungsinya adalah untuk mengembalikan irama jantung yang berhenti secara mendadak dengan memberikan kejutan listrik (defibrilasi) yang terukur dan aman.
Henti jantung mendadak merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia olahraga dan seringkali terjadi tanpa tanda-tanda awal.
Kehadiran AED di lokasi olahraga dapat meningkatkan peluang selamat hingga 70%, terutama jika digunakan dalam waktu 3-5 menit setelah kolaps.
Mengapa Lokasi Olahraga Perlu Menyiapkan AED?
1. Intensitas Olahraga Meningkatkan Risiko Medis
Olahraga seperti padel, jogging, dan tenis menuntut kerja jantung dan fisik yang tinggi. Saat tubuh dipacu maksimal, risiko kondisi darurat seperti serangan jantungpun meningkat, bahkan pada orang yang terlihat sehat.
2. Henti Jantung Dapat Terjadi Kapan Saja, Pada Siapa Saja
Bukan hanya lansia, tetapi atlet muda bahkan orang dewasa aktif bisa mengalami serangan jantung mendadak.
3. Fasilitas yang Siaga = Rasa Aman Lebih Tinggi
Kehadiran alat AED bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga membangun kepercayaan pengunjung dan komunitas olahraga akan komitmen terhadap keselamatan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Olahraga, Ada Instalasi Seni, Musik Live, dan Pesta Kuliner Menanti di Event Lari Ini!
SECOM Indonesia: Tidak Hanya Jual Produk, Tapi Solusi
SECOM Indonesia telah dikenal sebagai penyedia solusi keamanan dan keselamatan di Indonesia, menghadirkan teknologi dan layanan yang dirancang untuk melindungi individu, komunitas, dan bisnis. SECOM Indonesia menghadirkan perangkat AED yang dirancang khusus untuk digunakan dengan mudah oleh siapa saja, bahkan oleh orang tanpa latar belakang medis:
1. Mudah Digunakan
Dilengkapi instruksi suara dalam Bahasa Indonesia, memandu langkah demi langkah saat terjadi kondisi darurat.
2. Pelatihan Bersertifikat
SECOM menyediakan pelatihan khusus oleh tim profesional, lengkap dengan demonstrasi langsung.
3. Pemeliharaan Berkala
Perangkat AED dirawat secara rutin, mulai dari baterai hingga pad diperiksa dan diganti sesuai jadwal, agar selalu siap digunakan.
4. Ringkas dan Praktis
Desain yang kompak dan ringan, memudahkan penyimpanan di berbagai tempat, baik di dalam kotak khusus maupun rak umum.
AED dari SECOM sangat ideal untuk klub olahraga, kantor, manufaktur, pusat perbelanjaan, sekolah, dan taman publik, menjadikannya solusi untuk keselamatan jantung di ruang publik.
Siap menyelamatkan nyawa? Jangan tunggu sampai darurat terjadi. Hubungi SECOM Indonesia hari ini untuk konsultasi gratis dan mulai perlengkapan keselamatan di tempat Anda dengan AED terpercaya. ***
Berita Terkait
-
Mengenal 3 Olahraga 'Orang Kaya': Golf, Tenis, sampai Pilates
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri! Ini Cara Cegah Cedera Saat Olahraga
-
Uniqlo Fitfest 2025: Perpaduan Fashion dan Gaya Hidup Aktif yang Inspiratif
-
Olaraga Padel Tren di Kalangan Artis, Apa Bedanya dengan Tenis?
-
Salah Kaprah, 7 Kebiasaan Sehat Ini Justru Mempercepat Penuaan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi