Suara.com - Minum jamu bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari identitas dan kearifan lokal. Dari penjaja jamu gendong di kampung hingga produk jamu industri, herbal telah lama menjadi solusi alami untuk menjaga kebugaran dan menyembuhkan penyakit ringan.
Kini, jamu yang dulu identik dengan minuman pahit yang diminum orang tua, bertransformasi menjadi minuman sehat yang berpoensi disukai anak muda, termasuk gen Z.
Inilah yang dilakukan Kosme Health, manufaktur herbal milik pasangan pengusaha Gilang W. Pramana dan sang istri Shandy Purnamasari, di bawah naungan J99 Corp.
"Jika selama ini jamu identik dengan rasa pahit, bentuk cair tradisional, dan penyajiannya yang cenderung tradisional, kini Kosme Health mencetuskan ide alternatif baru jamu yang tetap mempertahankan khasiat herbal, tetapi juga menyesuaikan dengan selera dan gaya hidup generasi modern,” ujar Shandy Purnamasari saat ditemui di Kawasan EJIP Pintu II, Cikarang Selatan, Bekasi, Selasa (20/5/2025).
Menurut Shandy, Kosme ingin mendobrak stigma bahwa jamu itu pahit dan kuno. Itulah yang menjadi alasan dilakukannya beragam inovasi seperti boba herbal, sparkling herbal, dan gummy herbal.
"Ini adalah langkah kami untuk menghadirkan jamu yang lebih ramah, fun, dan mudah dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Gebrakan baru dalam dunia herbal Indonesia ini diharapkan dapat membawa jamu 'naik kelas', ke dalam bentuk yang modern, praktis, dan mudah diterima semua kalangan.
Boba yang chewy, misalnya, dipadukan dengan rasa rempah yang masih nyaman di lidah, namun memiliki manfaat bagi kesehatan.
Produk ini ideal bagi anak muda, pekerja aktif, hingga orang tua yang ingin menikmati jamu dengan cara berbeda.
Baca Juga: Nasib Karyawan PT Timah yang Hina Honorer, Kini Jualan Jamu usai Dipecat
Sementara sparkling herbal, adalah bentuk minuman dengan sensasi segar, sehingga rasa herbal menjadi lebih ramah di lidah.
Ada pula Gummy Herbal, yang mengadopsi format vitamin gummy yang sudah populer di pasar global, namun dibuat dengan ekstrak herbal khas Indonesia, sehingga menjadi “permen sehat” yang disukai anak-anak hingga orang dewasa.
Dalam acara yang dirangkai dalam bentuk workshop terkait inovasi dalam dunia herbal sekaligus factory visit ini, Kosme Health memperkenalkan kemampuannya memproduksi ekstrak berbagai jenis tanaman herbal tanah air kepada para pengusaha yang merupakan bagian dari Gabungan Pengusaha Jamu.
“Kosme Health adalah salah satu dari sedikit pabrik di Indonesia yang memiliki izin dan alat serta teknologi khusus untuk melakukan ekstraksi berbagai jenis tanaman herbal menjadi bentuk cair berkonsentrasi tinggi," kata Shandy.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha (GP) Jamu, Jony Yuwono, mengapresiasi upaya menaikkan pamor jamu sebagai kekayaan nusantara.
"Hal ini tentu jadi angin segar bagi para pengusaha jamu di berbagai skala, agar bisa berkolaborasi dan memiliki mitra produksi yang telah memenuhi standar," kata Jony.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan