Suara.com - Setelah resmi menikah dengan Maxime Bouttier pada 7 Mei 2025 lalu, banyak yang penasaran soal rencana Luna Maya untuk punya momongan. Menariknya, ternyata aktris dan model kelahiran Bali itu sudah lebih dulu lakukan pembekuan sel telur alias egg freezing sejak 2021 lalu.
Langkah ini disebut sebagai rencana Luna untuk memiliki anak di masa depan, terlebih ia menikah di usia yang tidak lagi muda. Adapun Egg freezing merupakan salah satu rangkaian program bayi tabung atau IVF (in vitro fertilization) untuk perempuan yang mau menunda punya momongan.
Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi Eka Hospital PIK, dr. Febriyan Nicolas Kengsiswoyo, SpOG, MKes, menjelaskan tahapan yang mungkin akan dijalani Luna dan Maxime jika ingin menjalankan program bayi tabung dari sel telur yang sudah dibekukan.
“Kalau Luna Maya sudah mempunyai tabungan sel telur yang dibutuhkan, proses itu akan simpel jadinya. Maxime tinggal keluarkan saja spermanya melalui masturbasi, kemudian spermanya akan dicuci dan dipreservasi (dilindungi). Lalu sel telurnya (Luna) akan dicairkan melalui proses thawing, dan dilanjutkan dengan ICSI, yaitu penyuntikan sperma langsung ke dalam sel telur,” jelas dr. Febriyan di Jakarta Selatan pada Jumat, (20/6/2025).
Prosedur ICSI atau Intracytoplasmic Sperm Injection adalah tindakan umum dalam program bayi tabung, khususnya jika perempuan sudah lebih dulu membekukan sel telurnya.
Setelah proses pembuahan yaitu penyuntikan sperma ke sel telur di luar rahim atau dilakukan di laboratorium oleh tenaga medis kompeten, selanjutnya tindakan ini akan menghasilkan embrio. Embrio adalah tahap perkembangan calon bayi dari minggu ketiga hingga kedelapan setelah pembuahan.
Nantinya embrio yang dihasilkan akan ditumbuhkan selama tiga sampai lima hari di laboratorium, sebelum dipilih dan ditransfer ke dalam rahim Luna Maya.
“Tinggal dilihat, embrio yang berkembang berapa dan kualitasnya apa. Setelah itu tinggal pilih mana (embrio) yang mau ditransfer. Tidak perlu stimulasi ovarium lagi, hanya perlu persiapan dinding rahimnya dengan hormon atau melalui siklus alami,” tambah dr. Febriyan.
Adapun Luna Maya pertama kali mengungkap dirinya menjalani egg freezing pada 2021 saat berusia sekitar 38 tahun. Menurut berbagai literatur medis, usia ideal untuk membekukan sel telur adalah sebelum 35 tahun. Namun, dr. Febriyan mengatakan bahwa kualitas sel telur tetap lebih baik saat dibekukan di usia muda, dibandingkan mengambilnya saat usia sudah memasuki kepala empat.
Baca Juga: Usai Nikah, Maxime Bouttier Punya 1 Keinginan yang Wajib Dilakukan Luna Maya Jam 8 Malam
“Kalau sudah di-freeze sebelum 30 tahun atau sebelum 35 tahun, kualitasnya akan jauh lebih bagus dibandingkan saat usia 40 tahun ke atas. Karena jumlah cadangan sel telurnya juga makin menurun,” jelasnya.
Selain itu, dr. Febriyan juga mengingatkan angka keberhasilan bayi tabung secara global berkisar 30 hingga 50 persen. Namun jika semua komponen, termasuk kualitas embrio dan kesiapan dinding rahim mendukung, peluangnya bisa meningkat signifikan.
“Kalau di bawah 30 tahun, angka keberhasilannya bisa sampai 60 hingga 70 persen. Tapi makin tua usia, reseptivitas endometrium juga akan berkurang, sehingga kemungkinan keberhasilannya menurun ke 30 hingga 40 persen,” papar dr. Febriyan.
Menariknya dr. Febriyan juga mengingatkan saat ini ada yang dikenal dengan istilah biologis. Sehingga dibandingkan mengandalkan perhitungan usia pada umumnya, usia biologis bisa lebih muda atau lebih tua dari kelihatannya. Menariknya, jika Luna Maya memiliki usia biologis yang lebih muda dari usia aslinya, maka dinilai baik untuk memiliki buah hati meski di sudah menginjak kepala empat.
“Cuma ada namanya umur biologis sama umur yang kita biasa sehari-hari tahu. Kalau umur biologisnya masih bagus, kadar cadangan sel turunnya tetap lebih banyak. Jadi nggak sesuai. Misalnya umur biologisnya umurnya 35 tahun, umur aslinya 40 tahun. Itu akan lebih baik", pungkas dr. Febriyan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi