- Merawat kesehatan mental tak selalu harus lewat liburan mahal atau perjalanan panjang.
- Cukup dengan 15 menit aktivitas fisik ringan setiap hari, suasana hati dapat meningkat signifikan dan stres pun berkurang.
- Kampanye terbaru menegaskan pentingnya gerak kecil yang konsisten untuk menjaga keseimbangan pikiran dan tubuh secara berkelanjutan.
Suara.com - Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental, banyak orang mulai mencari cara untuk menurunkan stres dan menjaga keseimbangan emosi. Sayangnya, tidak semua metode yang populer, seperti wellness retreat atau liburan ke tempat tenang, selalu memberikan hasil yang bertahan lama. Faktanya, kesehatan mental dapat ditingkatkan dengan cara sederhana—yakni dengan bergerak selama 15 menit setiap hari.
Pada Hari Kesehatan Mental Sedunia ini, ASICS bersama Natasha Rothwell, seorang aktris, penulis, sekaligus pendukung gaya hidup sehat, yang ditunjuk sebagai Everyday Escape Concierge, mengajak masyarakat untuk melakukan Everyday Escape, sebuah momen singkat berupa 15 menit gerakan sederhana yang terbukti lebih efektif meningkatkan suasana hati dibandingkan liburan yang mahal dan memakan waktu.
Menurut riset global yang dilakukan bersama peneliti dari King’s College London, aktivitas fisik ringan ini terbukti mampu meningkatkan suasana hati hingga 21 persen lebih tinggi dibandingkan efek dari wellness retreat yang memakan biaya dan waktu besar.
President Director ASICS Indonesia, Sota Fukushima, menyampaikan bahwa kampanye ini berangkat dari filosofi “Anima Sana in Corpore Sano” atau “pikiran yang sehat dalam tubuh yang sehat”.
“Kami percaya bahwa setiap gerakan kecil memiliki kekuatan besar untuk membawa tubuh dan pikiran ke tempat yang lebih bahagia. Move your body, move your mind,” ujarnya.
Riset yang sama menunjukkan bahwa orang Indonesia rata-rata mengeluarkan lebih dari Rp5 juta untuk mengikuti wellness retreat dan menempuh jarak lebih dari 2.000 kilometer, namun 74 persen peserta merasa hasilnya tidak sesuai ekspektasi.
Sebaliknya, gerakan singkat sehari-hari dinilai lebih efektif dan berkelanjutan—71 persen responden mengaku stresnya berkurang, sementara 73 persen merasakan manfaat yang lebih tahan lama.
Peneliti dari King’s College London, Dr. Brendon Stubbs, menegaskan bahwa sesi gerakan singkat seperti Everyday Escape memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan mental.
“Seminggu liburan mungkin memberikan manfaat jangka pendek, tetapi olahraga teratur memberikan manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Baca Juga: 10 Oktober 2025 Hari Apa? Simak Daftar Peringatan Penting Hari Ini
Melalui kampanye ini, masyarakat juga diajak berbagi momen Everyday Escape mereka di media sosial dengan tagar #EverydayEscape, yang sekaligus berkontribusi pada penggalangan dana global untuk lembaga kesehatan mental di berbagai negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026