-
- BMKG memperingatkan cuaca panas ekstrem hingga 37,6°C akibat kombinasi gerak semu matahari dan Monsun Australia, yang diperkirakan berlanjut sampai awal November 2025.
- Risiko dehidrasi meningkat karena suhu tinggi dan kelembapan rendah, sehingga penting menjaga asupan cairan tubuh.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di bagian selatan bumi. Cuaca panas dengan suhu maksimum mencapai 37,6°C yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia.
Kondisi ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025. Menurut BMKG, wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan akan mengalami cuaca panas ekstrem.
"Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia,” kata Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG.
Menurut dr. Yhan Batista, SpPD, dari RS Hermina Karawang, dehidrasi merupakan dampak cuaca panas ekstrem yang paling perlu diantisipasi.
“Suhu yang tinggi dan kelembapan yang rendah dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi,” jelasnya.
Memastikan Hidrasi dengan Air Berkualitas
Tubuh perlu terhidrasi dengan baik melalui air minum yang berkualitas. Tak hanya soal banyaknya air yang diminum, tapi juga kualitasnya. Menjawab kebutuhan tersebut, Amidis hadir sebagai solusi air minum yang sudah dimasak bagi keluarga modern yang peduli kesehatan dan kepraktisan.
“Melalui teknologi multifiltrasi dan distilasi mutakhir, produk ini menjamin setiap tetes air yang dikonsumsi terbebas dari kontaminan kimia, mikroorganisme, dan zat berbahaya lainnya,” ujar Astrid Adelaide Siregar, Head of Marketing Amidis.
“Proses distilasi air minum murni ini dilakukan dengan cara memasak air di atas 110°C hingga uap air yang dihasilkan benar-benar murni, lalu dikondensasikan kembali menjadi air. Hasilnya adalah air dengan kemurnian 0 PPM yang bebas kontaminan, sehingga aman untuk dikonsumsi,” imbuhnya.
Jangan Telan Mentah-mentah, Pikir Lagi Masak-Masak
Di tengah cuaca panas, menjaga asupan cairan dan memilih air minum berkualitas menjadi kunci agar tubuh tetap bugar. Merek tersebut hadir sebagai solusi hidrasi andalan dalam segala kegiatan baik di dalam ruangan maupun luar ruangan.
“Terdapat galon berkapasitas 15 liter yang dilengkapi Double Protection, yaitu segel pada tutup atas dan fitur smart lock (anti tumpah). Inovasi ini menjaga air tetap higienis sekaligus mencegah kebocoran. Ada pula galon 19 liter untuk kebutuhan keluarga di rumah,” jelas Astrid.
Baca Juga: Beda Air Mineral vs Demineral, Mana yang Lebih Bagus untuk Dikonsumsi?
“Sementara bagi individu dengan mobilitas tinggi, solusi hidrasi ini menawarkan pilihan botol 220 ml yang ringan dan ringkas, serta ukuran 600 ml, 1500 ml, dan 5 liter yang siap mendukung hidrasi optimal kapan pun dan di mana pun. Jadi, ingat jangan telan mentah-mentah dan pikir masak-masak—pilihlah air minum berkualitas,” imbuhnya.
Sebagai pilihan terpercaya keluarga Indonesia, Amidis memastikan setiap anggota keluarga tetap terhidrasi optimal melalui air murni hasil distilasi yang dikemas secara aman dari pabrik hingga ke tangan konsumen.
“Amidis adalah air minum yang sudah dimasak. Kami selalu memastikan keluarga Indonesia mendapatkan air dengan kualitas terbaik yang membantu menjaga kesehatan secara optimal dalam keseharian,” ujar Commercial Director PT Amidis Tirta Mulia Susilo Gunadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?