- Selain diet, untuk dapat menurunkan berat badan perlu dibarengi dengan olahraga yang rutin.
- Olahraga yang tepat dapat membantu membakar lebih banyak kalori, membentuk otot, dan menjaga metabolisme tubuh tetap optimal.
- Berikut delapan olahraga yang efektif untuk menurunkan berat badan sekaligus membakar kalori.
Suara.com - Untuk dapat menurunkan berat badan, tidak cukup hanya menjalani diet ketat, olahraga juga perlu dibarengi agar hasilnya maksimal.
Olahraga yang tepat dapat membantu membakar lebih banyak kalori, membentuk otot, dan menjaga metabolisme tubuh tetap optimal.
Selain membakar kalori, olahraga juga berfungsi memperbaiki postur tubuh, meningkatkan kekuatan otot, serta menjaga kesehatan jantung.
Melansir laman Healthline pada Selasa, 11 November 2025, berikut delapan olahraga yang efektif untuk menurunkan berat badan sekaligus membakar kalori.
1. Jalan Kaki
Jalan kaki merupakan cara paling mudah bagi pemula untuk mulai berolahraga. Aktivitas ini juga berdampak rendah pada sendi.
Menurut American Council on Exercise, orang seberat 65 kg membakar sekitar 7,6 kalori per menit, sedangkan yang 81 kg membakar 9,7 kalori per menit.
Studi selama 12 minggu pada 20 wanita obesitas menunjukkan berjalan 50–70 menit selama 3 kali seminggu dapat menurunkan lemak tubuh rata-rata 1,5% dan lingkar pinggang 2,8 cm.
Tipsnya adalah mulai dengan jalan 30 menit, 3–4 kali per minggu, dan tingkatkan durasi atau frekuensi secara bertahap.
Baca Juga: Menuju Cabor Resmi, Turnamen Domino Indonesia 2025 Siap Digelar
2. Jogging atau Lari
Jogging umumnya dilakukan 6,4–9,7 km/jam, sedangkan lari lebih dari 9,7 km/jam. Jogging dapat membakar sekitar 10,8–13,9 kalori per menit, dan lari 13,2–17 kalori per menit, tergantung berat badan.
Kedua olahraga ini efektif membakar lemak visceral atau lemak perut yang terkait dengan penyakit kronis.
Tipsnya, jogging 20–30 menit sebanyak 3–4 kali per minggu. Gunakan permukaan lembut seperti rumput atau treadmill berperedam agar tidak terlalu membebani sendi.
3. Bersepeda
Bersepeda termasuk olahraga berdampak rendah sehingga tidak terlalu membebani sendi.
Orang dengan berat badan 65 kg dapat membakar 6,4 kalori per menit, dan 81 kg sekitar 8,2 kalori per menit pada kecepatan 16 km/jam.
Rutin bersepeda juga bisa meningkatkan kebugaran, sensitivitas insulin, dan menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, dan kematian dini.
Olahraga ini bisa dilakukan di luar ruangan atau menggunakan sepeda statis di gym.
4. Latihan Beban
Latihan beban membantu membangun otot dan meningkatkan metabolisme istirahat. Orang 65 kg membakar 7,6 kalori per menit dan 81 kg sekitar 9,8 kalori.
Studi menunjukkan latihan beban 11 menit, 3 kali per minggu, meningkatkan metabolisme hingga 7,4% dalam 6 bulan. Tubuh tetap membakar kalori beberapa jam setelah latihan dibandingkan olahraga aerobik.
5. Latihan Interval/HIIT
HIIT adalah latihan intensitas tinggi dengan jeda istirahat. Durasi 10–30 menit bisa membakar kalori lebih banyak.
HIIT efektif membakar lemak perut dan meningkatkan pembakaran kalori 25–30% lebih tinggi dibandingkan latihan lain.
6. Berenang
Berenang dapat membakar sekitar 9–11,6 kalori per menit tergantung berat badan dan gaya renang. Gaya dada dapat membakar kalori terbanyak, diikuti butterfly, backstroke, dan freestyle.
Studi menunjukkan berenang 60 menit sebanyak 3 kali seminggu selama 12 minggu dapat menurunkan lemak tubuh, meningkatkan fleksibilitas, dan menurunkan risiko penyakit jantung.
Olahraga ini juga cocok untuk orang dengan masalah sendi karena berdampak rendah.
7. Yoga
Yoga bisa membakar kalori cukup banyak dan memiliki manfaat tambahan seperti mengurangi stres dan meningkatkan kesadaran diri.
Studi 12 minggu pada 60 wanita obesitas menunjukkan yoga dua sesi 90 menit per minggu mengurangi lingkar pinggang rata-rata 3,8 cm, sekaligus meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental.
8. Pilates
Pilates dapat membakar 108–168 kalori per 30 menit tergantung tingkat kesulitan. Meski tidak sebanyak kardio, pilates menyenangkan sehingga lebih mudah dilakukan rutin.
Studi 8 minggu pada 37 wanita menunjukkan Pilates 90 menit, 3 kali per minggu, menurunkan lingkar pinggang, perut, dan pinggul.
Pilates juga meningkatkan kekuatan, keseimbangan, fleksibilitas, dan kebugaran keseluruhan. Kombinasikan dengan diet seimbang atau olahraga lain untuk hasil optimal.
Berita Terkait
-
Olahraga Bikin Spanyol Makin Kaya: Dari Triathlon, LaLiga hingga Efek Domino Wisata
-
Menuju Cabor Resmi, Turnamen Domino Indonesia 2025 Siap Digelar
-
KONI Isyaratkan PON 2028 Prioritaskan Cabor Olimpiade
-
Olahraga Bikin Jerawatan? Atasi dengan 3 Langkah Skincare Ini!
-
Bukan Sekadar Olahraga Elite, Golf Jadi Magnet Gaya Hidup Baru
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?