- Kemendikdasmen memulai pemulihan psikososial bagi lebih dari 100 siswa terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
- Pendampingan mencakup relaksasi sederhana, bermain, serta penulisan cita-cita untuk menumbuhkan kembali semangat belajar siswa.
- Asesmen awal mengungkapkan lebih dari 50 persen siswa masih menunjukkan emosi sedih dan kecemasan pascabencana.
Suara.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai turun langsung membantu pemulihan psikososial peserta didik terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
Lebih dari 100 siswa dari jenjang SD hingga SMA mengikuti pendampingan di SMP Negeri 1 Tanjung Raya.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal memulihkan kondisi mental para murid pascabencana.
Ia menegaskan, dukungan psikologis tidak boleh menunggu pulihnya infrastruktur.
“Kami ingin mereka semua tetap memiliki semangat, bahagia dalam suasana rehabilitasi, serta menumbuhkan motivasi dalam melakukan proses pembelajaran,” kata Mu'ti dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Pendampingan dimulai dengan relaksasi sederhana. Para pemateri mengajak siswa bermain, menanyakan kondisi mereka hari itu, dan menciptakan suasana aman agar anak-anak kembali terbuka.
Salah satu pemateri, Madeny, meminta para siswa menuliskan cita-cita mereka di sebuah Pohon Harapan.
Metode itu dipakai untuk mendorong anak-anak kembali membangun masa depan, meski dalam kondisi serba tidak pasti.
"Kami mengajak mereka untuk bermimpi akan masa depan. Masing-masing dari mereka menulis apa harapan dan cita-citanya dan kami berupaya membangun semangat mereka untuk menggapai hal tersebut," ujar Madeny.
Baca Juga: Telkom Akses Gerak Cepat Pulihkan Jaringan Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatra
Hasil asesmen awal menunjukkan situasi emosional para siswa belum stabil. Psikolog Muslimah Hanif menjelaskan lebih dari 50 persen anak pendampingan menunjukkan emosi sedih.
Sebagian lainnya terlihat senang karena bisa bermain dan bertemu teman, meski kesenangan itu belum menghapus kecemasan.
"Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi," ujar Muslimah.
Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana.
Dengan harapan warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok