- Pria usia produktif di Indonesia jarang berobat karena keluhan dianggap sepele, menunda penanganan masalah kesehatan fisik dan psikologis.
- Data menunjukkan prevalensi masalah kesehatan seperti disfungsi ereksi dan tekanan mental berat pada pekerja di perkotaan.
- Platform Sjati menawarkan layanan kesehatan pria berbasis data, terkurasi, dan terstandardisasi untuk mengatasi stigma pencarian bantuan.
Untuk kebutuhan obat resep, pengguna tetap harus melalui konsultasi telemedisin dengan dokter berizin, sementara AI hanya berperan membantu penyaringan awal dan pengumpulan informasi.
“Fokus kami di Sjati bukan sekadar menjual produk, melainkan memberikan kendali kembali kepada pria atas kesehatan mereka,” kata Delonix.
Ia menegaskan bahwa ekosistem yang dibangun mencakup teknologi skrining, rantai pasok farmasi yang terverifikasi, serta edukasi yang dirancang agar pria bisa memahami kondisi tubuhnya sendiri tanpa rasa takut atau stigma.
Di tengah maraknya produk kesehatan pria yang tidak terstandarisasi, komitmen pada regulasi dan keamanan menjadi faktor krusial.
Sjati menekankan kepatuhan pada BPOM, mekanisme autentikasi produk untuk mencegah barang palsu, serta sistem rekam medis elektronik yang terenkripsi agar dokter dapat memantau kondisi pengguna secara berkelanjutan.
Pengguna juga diberi ruang untuk melaporkan efek samping dan mendapatkan penyesuaian terapi bila diperlukan, sehingga proses perawatan tidak berhenti pada satu transaksi.
Lebih jauh lagi, yang sedang diupayakan bukan hanya layanan, tetapi perubahan cara pandang. “Di Sjati, kami juga turut mendorong percakapan yang lebih terbuka dan terinformasi mengenai kesehatan pria, termasuk kesehatan seksual, sebagai isu yang umum dialami dan layak ditangani secara bertanggung jawab,” tutup Delonix.
Dalam dunia yang menuntut pria untuk selalu tangguh, keberanian untuk mencari bantuan justru menjadi bentuk kekuatan baru yang selama ini jarang dibicarakan, tetapi semakin penting bagi generasi pria modern di Indonesia.
Baca Juga: Self-Love Bukan Egois tapi Cara Bertahan Waras di Tengah Tuntutan Hidup
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak