Asam jawa yang terkandung di dalamnya juga membantu merangsang kerja rahim secara alami. Kombinasi kedua bahan ini membuat proses peluruhan dinding rahim berjalan lebih optimal dan haid dapat datang dengan lebih teratur.
3. Mengurangi Gejala PMS
Perut kembung, pegal, dan rasa tidak nyaman sering dialami menjelang haid. Kunyit asam dapat membantu mengurangi keluhan tersebut karena memiliki efek menenangkan pada sistem pencernaan dan otot tubuh.
Kandungan antioksidan dalam kunyit asam membantu tubuh melawan stres oksidatif yang meningkat saat PMS. Dengan tubuh yang lebih seimbang, gejala PMS dapat terasa lebih ringan dan mudah dikendalikan.
4. Membantu Menjaga Mood Swing
Perubahan hormon saat menstruasi kerap memicu perubahan suasana hati atau mood swing. Kunyit asam dipercaya membantu menstabilkan kondisi emosional karena senyawa alaminya mendukung keseimbangan hormon dalam tubuh.
Dengan suasana hati yang lebih stabil, perempuan dapat menjalani masa haid dengan lebih nyaman. Konsumsi kunyit asam secara rutin juga dapat membantu mengurangi rasa mudah marah, cemas, atau lelah berlebihan.
5. Menurunkan Risiko Infeksi
Selama haid, area kewanitaan menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap infeksi. Kunyit memiliki sifat antibakteri dan antimikroba yang dapat membantu tubuh melawan bakteri penyebab infeksi ringan.
Kunyit asam juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh secara alami. Dengan sistem imun yang lebih baik, risiko infeksi selama menstruasi dapat ditekan dan kesehatan tubuh tetap terjaga.
Cara Aman Konsumsi Kunyit Asam untuk Lancarkan Haid
Mengonsumsi kunyit asam perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal dan tetap aman bagi tubuh. Pemilihan bahan yang bersih serta takaran yang wajar penting untuk menghindari efek samping.
Berikut cara aman mengonsumsi kunyit asam yang dapat membantu melancarkan haid secara alami:
1. Minum Jamu Kunyit Asam
Jamu kunyit asam merupakan cara paling umum dan praktis untuk mendapatkan manfaat dari ramuan ini. Kandungan kunyit dan asam jawa yang telah diolah secara tradisional membantu tubuh menyerap senyawa aktifnya dengan lebih baik.
Baca Juga: Jelang Penutupan, IIMS 2026 Makin Ramai Pengunjung dan Bertabur Promo
Agar aman, sebaiknya konsumsi jamu kunyit asam dalam jumlah yang tidak berlebihan, misalnya satu gelas per hari selama haid. Pilih jamu yang dibuat dari bahan alami tanpa tambahan pemanis buatan atau pengawet.
2. Membuat Seduhan Kunyit Asam
Bisa juga membuat seduhan kunyit asam bagi yang ingin membuat ramuan sendiri di rumah. Cara ini memungkinkan kontrol terhadap bahan dan kebersihannya, sehingga lebih terjamin keamanannya.
Seduhan kunyit asam sebaiknya diminum dalam keadaan hangat dan tidak berlebihan. Konsumsi secara rutin tapi tetap memperhatikan reaksi tubuh dapat membantu melancarkan haid dengan lebih nyaman.
Berikut ini cara menyeduh kunyit asam sendiri di rumah:
- Siapkan 1 ruas kunyit segar, cuci bersih dan parut atau iris tipis saja.
- Siapkan asam jawa secukupnya.
- Rebus kunyit dengan 2-3 gelas air hingga mendidih dan berkurang setengah.
- Masukkan asam jawa, aduk rata dan rebus kembali selama beberapa menit.
- Saring air rebusan dan biarkan agak hangat baru siap diminum.
3. Minum Sido Muncul Kunyit Asam Datang Bulan
Jika tidak menemukan jamu kunyit asam tradisional atau tidak sempat menyeduh sendiri di rumah, Sido Muncul Kunyit Asam Lancar Datang Bulan bisa jadi solusi tepat.
Produk kunyit asam siap minum ini diformulasikan dengan takaran terukur dan bahan yang telah melalui proses pengolahan yang baik.
Sido Muncul Kunyit Asam Datang Bulan, Solusi Nyaman Jalani Haid
Berita Terkait
-
Jelang Penutupan, IIMS 2026 Makin Ramai Pengunjung dan Bertabur Promo
-
IIMS 2026 Buktikan Keberhasilan Transformasi Pameran Otomotif Berbasis Kolaborasi Industri
-
Tak Sebatas Sektor Otomotif, IIMS 2026 Gerakkan Pariwisata Indonesia dan Ekonomi Kreatif
-
Mitsubishi Motors Suguhkan Destinator dan Xforce 55th Anniversary Edition di IIMS 2026
-
Dari Skala Ekosistem Vietnam ke Ambisi Elektrifikasi Indonesia: Keyakinan Dealer VinFast
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat