- Aktivitas anak berlari di lantai rumah yang licin berisiko menyebabkan cedera seperti memar, keseleo, hingga benturan kepala.
- Orang tua harus mengenali dan segera mengeringkan area rawan basah seperti dapur dan kamar mandi serta memasang keset anti-slip.
- Pencegahan tambahan termasuk penggunaan lapisan anti-slip pada lantai keramik atau granit untuk meningkatkan daya cengkeram permukaan.
Suara.com - Anak-anak senang berlari, melompat, dan bermain di dalam rumah. Sayangnya, aktivitas ini bisa berisiko ketika lantai licin. Terpeleset bisa terjadi sangat cepat dan berujung cedera seperti memar, keseleo, hingga benturan kepala. Karena itu, penting bagi orang tua mengenali titik bahaya dan melakukan pencegahan sejak awal.
Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko anak terpeleset di rumah:
1. Kenali Area Lantai yang Paling Rawan
Perhatikan area yang sering basah atau lembap seperti kamar mandi, dapur, teras, dan dekat wastafel. Lantai berbahan keramik, granit, atau marmer juga cenderung licin saat terkena air meski terlihat bersih dan kering.
2. Segera Keringkan Lantai Basah
Jangan biarkan genangan air terlalu lama. Setelah mandi, mencuci piring, atau mengepel, pastikan lantai benar-benar kering sebelum anak kembali beraktivitas di area tersebut.
3. Gunakan Keset dan Alas Anti-Slip
Letakkan keset penyerap air di depan kamar mandi, wastafel, dan pintu masuk rumah. Pilih keset dengan bagian bawah anti-slip agar tidak ikut bergeser saat diinjak anak.
4. Perhatikan Cairan Pembersih Lantai
Baca Juga: Profil CEO Olympic Group, Au Bintoro Pasrah Jatuh ke Danau Pas Bikin Konten Dukung Palestina
Beberapa cairan pembersih bisa meninggalkan residu yang membuat lantai terasa lebih licin. Gunakan sesuai takaran dan pastikan dibilas atau dipel ulang dengan air bersih bila perlu.
5. Pastikan Pencahayaan Cukup
Lantai basah kadang sulit terlihat, terutama di sudut rumah yang redup. Pencahayaan yang baik membantu orang tua lebih cepat menyadari area berbahaya sebelum anak melintas.
6. Ajarkan Anak untuk Tidak Berlari di Area Basah
Meski sulit membatasi gerak anak, biasakan memberi pengertian sederhana agar mereka lebih berhati-hati, terutama setelah mandi atau saat lantai baru dipel.
7. Gunakan Lapisan Anti-Slip pada Permukaan Lantai
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?