- Atelier of Minds dan Agape Psychology mempromosikan pendekatan neuro-afirming untuk mendukung kesehatan mental anak neurodivergent dalam lingkungan pendidikan inklusif.
- Pendekatan ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan sensori dan regulasi emosi, bukan memaksa anak menyesuaikan diri dengan aturan kaku.
- Kolaborasi ini bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan holistik bagi 2,4 juta anak neurodivergent di Indonesia.
2. Beralih dari kepatuhan ke kolaborasi
Alih-alih menghukum, guru perlu memahami makna di balik perilaku anak. Pendekatan ini membantu menurunkan stres sekaligus mendukung regulasi emosi.
3. Mengenalkan keragaman cara berpikir
Pemahaman tentang perbedaan cara kerja otak dapat menumbuhkan empati di antara siswa dan secara tidak langsung menjaga kesehatan sosial-emosional anak.
Bagi orang tua, menemukan lingkungan yang benar-benar mendukung kesehatan anak bukan hal mudah. Wina Natalia, figur publik sekaligus ibu dari anak neurodivergent, menilai perubahan perspektif ini membawa dampak besar bagi keluarga.
“Sebagai orang tua, ketakutan terbesar bukan hanya anak di-bully, tetapi saat anak dipaksa mengubah dirinya agar bisa diterima,” ujar Wina Natalia.
“Ketika menemukan lingkungan yang menghargai neurodiversity, dampaknya sangat besar bagi keluarga. Kami tidak ingin anak hanya sekadar ‘menyesuaikan diri’, tetapi benar benar dilihat, didengar, dan dihargai,” katanya lagi.
Sebagai bagian dari Bulan Kesadaran Autisme, Atelier of Minds bersama Agape Psychology juga akan mengadakan rangkaian workshop bagi orang tua dan pendidik. Program ini bertujuan untuk mendorong pemahaman yang lebih dalam sekaligus memberikan panduan praktis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental dan perkembangan anak, baik di rumah maupun di sekolah.
Baca Juga: The Privileged Ones: Memahami Makna Privilese dan Isu Kesehatan Mental
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?