- Diare dan gangguan pencernaan yang sering dianggap biasa, bisa jadi gejala awal penyakit jantung.
-
Gejala serangan jantung yang menyerupai diare, cenderung menetap atau bahkan memburuk saat penderita melakukan aktivitas fisik.
-
Waspadai diare yang dibarengi nyeri ulu hati, mual, muntah, keringan dingin, hingga sesak napas.
Suara.com - Banyak orang beranggapan bahwa serangan jantung selalu ditandai dengan nyeri dada yang hebat atau sensasi seperti tertindih beban berat. Padahal, dalam banyak kasus, tanda-tanda awal masalah kardiovaskular justru muncul di area perut dan sistem pencernaan.
Tidak jarang, pasien terkecoh dan menganggap keluhan yang mereka rasakan hanyalah mual, diare biasa, masuk angin, atau asam lambung (GERD). Maka dari itu, perlu memahami gejala penyakit jantung yang perlu diwaspadai.
Mengapa Masalah Jantung Terasa Seperti Gangguan Perut?
Secara anatomi, letak jantung dan saluran pencernaan bagian atas memang berdekatan. Gejala yang menyerupai masalah perut ini kerap muncul pada jenis serangan jantung yang memengaruhi bagian bawah atau dinding inferior jantung. Karena saraf di area tersebut juga melewati diafragma dan area ulu hati, otak terkadang salah menerjemahkan sinyal rasa sakit tersebut sebagai gangguan pencernaan.
Menurut American Heart Association (AHA), banyak pasien serangan jantung melaporkan adanya rasa mual, muntah, hingga diare sesaat sebelum atau selama serangan terjadi. Hal ini disebabkan oleh stimulasi saraf vagus yang terhubung langsung dari jantung ke sistem pencernaan. Ketika jantung kekurangan oksigen, sistem saraf ini bereaksi dan memicu kontraksi berlebih pada usus atau lambung.
Diare Tanda Awal Serangan Jantung?
Ahli jantung di Northwell Health Nisha Parikh, MD, MPH menerangkan gangguan pencernaan dapat menjadi tanda awal serangan jantung dan lebih umum terjadi pada wanita.
Gejalanya dapat berupa refluks asam, ketidaknyamanan perut secara umum, dan bahkan sendawa atau muntah. Kondisi ini terjadi karena bagian bawah jantung tidak mendapatkan aliran darah sebanyak yang seharusnya.
"Bagian jantung tersebut terletak di diafragma dan perut. Kurangnya aliran darah tersebut dapat menyebabkan mual," ujarnya dikutip dari Everyday Health.
Baca Juga: Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
Selain itu, Parikh menyebut diare dan perubahan umum dalam buang air besar juga dapat menjadi indikator awal serangan jantung.
Segera lakukan pemeriksaan medis lebih lanjut ketika mengalami diare yang disertai dengan gejala-gejala berikut ini.
- Nyeri Ulu Hati yang Menekan: Berbeda dengan mulas biasa, rasa nyeri di ulu hati akibat jantung biasanya terasa tumpul, menekan, dan tidak kunjung hilang meski sudah mengonsumsi obat lambung.
- Mual dan Muntah Mendadak: Rasa mual yang muncul tanpa alasan yang jelas (bukan karena salah makan) dan disertai keringat dingin berpotensi bahaya.
- Keringat Dingin (Diaphoresis): Jika diare dibarengi dengan cucuran keringat dingin meski cuaca tidak panas, ini menunjukkan sistem saraf simpatis sedang bekerja keras merespons stres pada jantung.
- Sesak Napas: Gangguan pencernaan biasa jarang menyebabkan kesulitan bernapas. Jika perut terasa melilit namun napas terasa pendek, segera cari bantuan medis.
Perbedaan Utama dengan Penyakit Pencernaan Biasa
Pada diare atau keracunan makanan biasa, gejala umumnya mereda setelah racun keluar dari tubuh atau setelah mengonsumsi obat antidiare. Namun, pada gejala penyakit jantung yang menyerupai diare, keluhan cenderung menetap atau bahkan memburuk saat penderita melakukan aktivitas fisik.
Sumber dari Mayo Clinic menyebutkan wanita lebih sering mengalami gejala "atipikal" atau tidak biasa seperti ini dibandingkan pria.
Wanita sering kali tidak merasakan nyeri dada sama sekali, melainkan hanya merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa tidak nyaman di perut bagian atas, dan pusing seperti ingin pingsan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit