- Data menunjukkan tingginya jumlah anak dengan autisme dan ADHD di Indonesia, namun ketersediaan guru pembimbing khusus masih terbatas.
- Atelier of Minds hadir di Jakarta Selatan dengan mengintegrasikan pendekatan berbasis terapi untuk mendukung perkembangan holistik setiap anak.
- Layanan ini menyediakan program pendidikan inklusif yang menyesuaikan lingkungan belajar dengan kebutuhan spesifik serta potensi unik anak neurodivergent.
Program-program ini dirancang untuk menggabungkan pembelajaran akademik dengan pengembangan emosi dan keterampilan sosial.
Menurut Ries Sansani, Lead Coach dan Terapis Okupasi Atelier of Minds, pendekatan terpadu ini menjadi solusi atas dilema yang selama ini dihadapi banyak orang tua.
“Banyak orangtua merasa harus memilih antara dukungan akademik atau perkembangan anak. Di Atelier, orang tua tidak perlu memilih tersebut. Anak didukung secara menyeluruh, melalui struktur, permainan, dan interaksi bermakna yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang mereka,” jelasnya.
Inisiatif ini juga membawa misi yang lebih besar dari sekadar menyediakan layanan pendidikan. Donny Eryastha, Co-Founder Atelier of Minds, menegaskan bahwa kehadiran pusat ini merupakan bagian dari gerakan menuju pendidikan yang lebih inklusif di Indonesia.
“Atelier of Minds dibangun dari keyakinan sederhana: setiap anak berhak mendapatkan lingkungan yang tepat untuk berkembang. Kami tidak hanya membangun sebuah tempat, tetapi juga mendorong gerakan menuju pendidikan yang lebih inklusif dan berempati di Indonesia,” ujarnya.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan inklusif, kehadiran Atelier of Minds di Jakarta Selatan diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan sistem pendidikan di masa depan.
Sebuah sistem yang tidak lagi memaksa anak untuk menyesuaikan diri, melainkan menyesuaikan lingkungan agar setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang sesuai potensinya.
Pada akhirnya, pendidikan inklusif bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Karena di balik setiap perbedaan cara belajar, terdapat potensi besar yang hanya menunggu untuk dipahami dan dikembangkan.
Baca Juga: MBG di Persimpangan: Investasi SDM Masa Depan atau Malah Jadi Beban Fiskal?
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan