- Pemerintah mencatat 23 kasus Hantavirus di Indonesia sejak 2023 dengan varian ringan HFRS, bukan varian mematikan HPS.
- Penularan Hantavirus terjadi melalui partikel kotoran tikus di udara, kontak langsung, atau melalui luka terbuka di kulit.
- Kementerian Kesehatan memperketat pemeriksaan pasien terduga leptospirosis dan mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dari sarang hewan pengerat.
Suara.com - Kemunculan kasus Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius sempat memicu kekhawatiran masyarakat dunia. Namun, pemerintah memastikan kasus Hantavirus yang ditemukan di Indonesia tidak termasuk varian mematikan seperti yang dikaitkan dengan insiden di kapal pesiar tersebut.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan Indonesia telah menemukan 23 kasus Hantavirus sejak tahun 2023.
Seluruh kasus yang ditemukan disebut berasal dari jenis yang lebih ringan dengan tingkat fatalitas jauh lebih rendah.
“Di Indonesia sudah ketemu 23 kasus dari tahun 2023, tapi semuanya adalah ‘Hanta Fever Renal Syndrome’ yang ringan. Kalau Hantavirus yang kayak ditemukan di kapal pesiar itu, di Indonesia belum masuk,” ujar Dante dikutip dari Antara, Rabu (13/5/2026).
Pemerintah menegaskan Hantavirus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan varian Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS yang memiliki tingkat kematian sangat tinggi.
Varian yang ditemukan di Indonesia merupakan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS yang lebih banyak menyerang ginjal dan pembuluh darah.
Menurut Dante, tingkat kematian HFRS berada di kisaran 15 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding HPS yang fatalitasnya dapat mencapai 60 hingga 80 persen.
Kasus Hantavirus di Indonesia juga disebut belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan seperti pandemi global.
Pemerintah memastikan situasi masih terkendali dan masyarakat diminta tetap tenang sambil meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan.
Baca Juga: 10 Negara Respon Hantavirus, Paling Serius Amerika Serikat
“Nggak, nggak berbahaya. Kasus ada di beberapa daerah, tapi karena ini data konfidensial, kita masih keep,” kata Dante.
Kementerian Kesehatan kini memperketat pemeriksaan pada pasien yang diduga leptospirosis. Langkah itu dilakukan karena gejala Hantavirus dinilai memiliki kemiripan dengan penyakit yang juga ditularkan melalui hewan pengerat tersebut.
“Sekarang kita buat kebijakan, semua yang dicurigai leptospirosis harus juga diperiksa Hantanya,” ujar Dante.
Cara Penularan Hantavirus
Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Hantavirus bukan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Virus ini juga tidak menyebar langsung melalui makanan seperti yang sering disalahartikan masyarakat.
Penularan Hantavirus umumnya terjadi melalui debu atau udara yang telah terkontaminasi kotoran tikus. Partikel dari urin, feses, maupun air liur tikus dapat masuk ke tubuh manusia saat terhirup.
Seseorang juga dapat tertular melalui kontak langsung dengan hewan pengerat atau permukaan yang telah terpapar virus. Luka terbuka pada kulit dapat menjadi jalur masuk virus ke dalam tubuh manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki
-
Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah