- Cermati Protect dan Bumame berkolaborasi meluncurkan Bumame Protect Plus sebagai perlindungan tambahan bagi pelanggan layanan kesehatan preventif.
- Program ini tersedia di klinik Bumame TB Simatupang, BSD, dan Cideng dengan perlindungan asuransi dari Oona Insurance.
- Layanan ini memberikan jaminan finansial atas efek samping medis serta kecelakaan melalui sistem klaim digital yang praktis.
Suara.com - Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan membuat layanan kesehatan preventif semakin diminati.
Tidak hanya pemeriksaan rutin, layanan seperti vaksinasi dan vitamin booster kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dan meminimalkan risiko penyakit tertentu.
Di tengah tren tersebut, kenyamanan dan keamanan menjadi faktor yang semakin diperhatikan masyarakat saat menjalani prosedur medis.
Pasien kini tidak hanya mempertimbangkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga perlindungan tambahan apabila muncul risiko atau efek samping setelah tindakan dilakukan.
Melihat kebutuhan tersebut, integrasi antara layanan kesehatan dan perlindungan finansial mulai berkembang di Indonesia.
Salah satunya hadir melalui kolaborasi antara Cermati Protect dan Bumame yang menghadirkan perlindungan tambahan bagi pelanggan layanan infus vaksin dan vitamin booster di sejumlah klinik Bumame.
Program perlindungan bernama Bumame Protect Plus ini tersedia bagi pelanggan di Klinik Bumame TB Simatupang, Klinik Bumame BSD, dan Klinik Bumame Cideng.
Produk perlindungan tersebut disediakan oleh Oona Insurance atau PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk yang telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
VP of Insurance Cermati Protect, Juanri, mengatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa aman lebih bagi masyarakat saat menjalani layanan kesehatan.
Baca Juga: "Suamiku Lukaku" Hadir di CFD: Serentak 5 Kota, Ajak Publik Lebih Peduli Kesehatan Mental
Menurutnya, integrasi perlindungan efek samping dalam layanan medis diharapkan dapat membantu pelanggan merasa lebih nyaman tanpa prosedur yang rumit.
"Melalui integrasi asuransi efek samping di klinik Bumame, kami memastikan setiap pelanggan mendapatkan perlindungan komprehensif tanpa prosedur yang rumit, baik selama dan setelah mendapatkan layanan medis,” ujar Juanri.
Sementara itu, CEO & Co-founder Bumame, James Andrew Wihardja, menilai minat masyarakat terhadap vaksin dan vitamin booster terus meningkat.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif sekaligus meningkatnya kepercayaan terhadap layanan kesehatan yang praktis dan terintegrasi.
Secara umum, perlindungan yang disematkan dalam layanan kesehatan seperti ini mencakup sejumlah risiko.
Mulai dari santunan meninggal dunia akibat kecelakaan, santunan cacat tetap total maupun sebagian, biaya perawatan akibat kecelakaan, hingga perlindungan terhadap efek samping tertentu pasca tindakan medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi