- Satu jam pertama pascaolahraga krusial untuk pemulihan otot, pengisian energi, serta persiapan tubuh menghadapi aktivitas fisik berikutnya.
- Dr. Krissy Ladner memperkenalkan konsep 4R yaitu Replenish, Repair, Reinforce, dan Rehydrate untuk mengoptimalkan proses pemulihan fisik secara efektif.
- Penerapan nutrisi seimbang, konsumsi elektrolit, dan istirahat cukup membantu atlet maupun penggiat olahraga meningkatkan performa serta mengurangi cedera.
Suara.com - Banyak orang fokus mempersiapkan tubuh sebelum berolahraga. Mulai dari memilih menu makan, melakukan pemanasan, hingga memastikan tubuh cukup terhidrasi. Padahal, menurut para ahli, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai setelah peluit akhir berbunyi atau latihan selesai dilakukan.
Masa satu jam pertama setelah berolahraga menjadi periode yang sangat penting bagi tubuh untuk memulai proses pemulihan. Pada fase inilah otot memperbaiki diri, cadangan energi kembali diisi, dan tubuh bersiap menghadapi aktivitas berikutnya.
Sayangnya, fase ini masih sering diabaikan, bahkan oleh mereka yang rutin berolahraga. Menurut Dr. Krissy Ladner, Director of Sports Performance and Nutrition Education Herbalife, pemulihan memiliki peran yang sama pentingnya dengan persiapan sebelum bertanding.
"Sebagai ahli gizi olahraga yang bekerja dengan pemain sepak bola profesional, saya menghabiskan waktu yang sama banyaknya, bahkan mungkin lebih banyak untuk membahas nutrisi pemulihan dibandingkan nutrisi sebelum pertandingan. Dan saya menggunakan sebuah singkatan sederhana yang dapat diingat oleh setiap pemain, di level apa pun, yaitu 4R," ujarnya.
Konsep tersebut terdiri dari empat langkah utama yang saling berkaitan. Langkah pertama adalah Replenish atau mengisi kembali energi. Saat berolahraga dengan intensitas tinggi, tubuh menguras cadangan glikogen di dalam otot sebagai bahan bakar utama.
Oleh karena itu, setelah latihan selesai, tubuh membutuhkan asupan karbohidrat untuk mengembalikan energi yang telah terpakai.
Dr. Ladner menjelaskan bahwa salah satu tanda tubuh telah menggunakan banyak cadangan karbohidrat adalah ketika seseorang sudah kesulitan berbicara saat berolahraga karena napas terlalu terengah-engah.
"Tes sederhananya adalah: jika di tengah latihan Anda tidak mampu berbicara karena napas terlalu terengah-engah, berarti Anda telah menggunakan cadangan karbohidrat dan perlu mengisinya kembali," jelasnya.
Karbohidrat dapat diperoleh dari nasi, roti gandum, buah-buahan, maupun smoothie yang dipadukan dengan oat.
Baca Juga: Dari Running ke Gym Tanpa Ganti Alas Kaki, Kenalan dengan Ortuseight Hyperfit
Tahap berikutnya adalah Repair, yakni memperbaiki jaringan otot yang mengalami kerusakan selama aktivitas fisik. Protein menjadi nutrisi utama dalam proses ini karena menyediakan asam amino sebagai bahan pembangun otot.
Dr. Ladner merekomendasikan kombinasi karbohidrat dan protein setelah latihan agar pemulihan berlangsung optimal.
"Rasio yang saya sarankan kepada atlet elit untuk makanan atau minuman pasca-pertandingan adalah 3:1 antara karbohidrat dan protein. Ini setara dengan sekitar 60 hingga 120 gram karbohidrat dan 20 hingga 40 gram protein. Formula ini sederhana dan mudah diterapkan untuk membuat smoothie pemulihan, misalnya dengan buah beku, oat, susu atau alternatif nabati, serta satu takaran protein," katanya.
Selain mengisi energi dan memperbaiki otot, tubuh juga membutuhkan langkah Reinforce, yaitu memperkuat sistem tubuh melalui konsumsi makanan bergizi yang kaya antioksidan dan bersifat antiinflamasi. Buah-buahan, sayuran berwarna, kacang-kacangan, ikan, biji-bijian utuh, hingga minyak zaitun menjadi pilihan yang baik untuk mendukung pemulihan.
Menurut Dr. Ladner, beberapa bahan alami seperti jus ceri asam (tart cherry) maupun kunyit yang mengandung kurkumin memiliki bukti ilmiah dapat membantu mengurangi nyeri otot setelah latihan berat. Namun, ia mengingatkan bahwa bahan-bahan tersebut bukanlah solusi instan.
Manfaat terbaik akan diperoleh jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat dan rutin, bukan sebagai jalan pintas untuk mempercepat pembentukan otot.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol