Era Baru Penanganan Kanker: AI dan Teknologi Presisi Tingkatkan Akurasi Diagnosis Pasien

Kamis, 30 Juli 2026 | 15:49 WIB
Layanan intervensi melalui uAngio AVIVA Intelligent Angiography System di MRCCC Siloam Semanggi. (dok. ist)
  • GLOBOCAN 2022 mencatat 408 ribu kasus baru kanker di Indonesia dengan lebih dari 70 persen pasien datang pada stadium lanjut.
  • MRCCC Siloam Semanggi memperkenalkan empat teknologi kesehatan generasi terbaru untuk mendukung deteksi dini dan diagnosis kanker yang lebih akurat.
  • Penerapan teknologi baru tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi pemeriksaan, ketepatan terapi, serta keselamatan pasien selama menjalani proses pengobatan di Indonesia.

Melihat Fungsi Organ Hingga Karakteristik Jaringan

MRCCC juga menghadirkan Symbia Pro.specta Q3 SPECT/CT, yang menggabungkan teknologi SPECT dan CT untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai fungsi organ sekaligus mendeteksi penyebaran penyakit.

Teknologi ini membantu dokter mengevaluasi kondisi pasien secara lebih komprehensif sehingga mendukung pengambilan keputusan klinis.

Sementara itu, Spectral CT 7500 menawarkan kemampuan yang berbeda dibandingkan CT Scan konvensional.

Selain menampilkan struktur anatomi, teknologi ini mampu menganalisis karakteristik dan komposisi jaringan secara lebih mendalam menggunakan teknologi spectral imaging. Dengan demikian, dokter dapat membedakan jaringan normal dan jaringan yang dicurigai sebagai kanker dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Kemampuan tersebut membantu proses diagnosis, penentuan stadium penyakit, hingga penyusunan strategi terapi yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Penanganan Kanker Kini Tak Hanya Berfokus pada Tumor

Penanganan kanker modern juga semakin memperhatikan penyakit penyerta yang dapat memengaruhi keberhasilan terapi.

Salah satunya adalah penyakit kardiovaskular. Studi Johns Hopkins University tahun 2020 menunjukkan penyintas kanker memiliki risiko 42 persen lebih tinggi mengalami penyakit jantung dan 59 persen lebih tinggi mengalami gagal jantung dibandingkan populasi umum.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, MRCCC menghadirkan uAngio AVIVA Intelligent Angiography System, teknologi angiografi berbasis AI yang mendukung berbagai tindakan minimal invasif.

Perangkat ini dapat digunakan untuk penanganan penyakit jantung maupun prosedur yang mendukung terapi kanker, seperti pemasangan akses vaskular, biopsi berbasis pencitraan, hingga embolisasi.

Dengan bantuan AI, sistem ini meningkatkan akurasi visualisasi selama tindakan, membantu efisiensi prosedur, sekaligus mengurangi paparan radiasi bagi pasien maupun tenaga medis.

Menurut dr. Adityawati, layanan kanker modern harus mampu memberikan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya mengobati kanker itu sendiri.

"Untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, MRCCC Siloam Semanggi juga memperkuat layanan intervensi melalui uAngio AVIVA Intelligent Angiography System. Teknologi ini mendukung berbagai prosedur secara lebih presisi sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih aman dan komprehensif," ujarnya.

Teknologi Membantu Dokter Mengambil Keputusan yang Lebih Tepat

Meski teknologi berkembang sangat pesat, Tries menegaskan bahwa inovasi bukan untuk menggantikan peran dokter.

Menurutnya, teknologi justru menjadi alat bantu agar tenaga medis memperoleh informasi yang lebih lengkap sehingga dapat mengambil keputusan klinis secara lebih tepat.

"Teknologi merupakan alat bantu bagi dokter untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat. Ketika inovasi dipadukan dengan kompetensi tenaga kesehatan dan kolaborasi multidisiplin, pasien memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan penanganan yang lebih optimal," jelasnya.

Ke depan, MRCCC Siloam Semanggi menyatakan akan terus memperkuat layanan kanker melalui investasi teknologi, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, pengembangan riset klinis, serta kolaborasi multidisiplin.

Melalui pendekatan tersebut, rumah sakit ini berharap semakin banyak pasien di Indonesia dapat memperoleh diagnosis lebih dini, terapi yang lebih presisi, serta layanan kanker berstandar internasional di dalam negeri tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com