Karhutla Ganggu Air Bersih 1.314 KK di Kayong Utara, Bupati Romi Dorong Perbaikan Pipa Sungai Buloh

Minggu, 08 November 2026 | 09:55 WIB
Koordinasi percepat perbaikan jaringan pipa transmisi Sungai Buloh yang alami kerusakan. [Ist]
BACA 10 DETIK
  • Kebakaran hutan dan lahan di Kayong Utara merusak jaringan pipa transmisi air bersih Sungai Buloh.
  • Kerusakan infrastruktur tersebut mengganggu distribusi layanan air bersih bagi 1.314 kepala keluarga di tiga desa.
  • Bupati Romi Wijaya mendesak pemerintah pusat untuk segera memperbaiki pipa yang rusak akibat bencana tersebut.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga terganggunya layanan masyarakat. Di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar), jaringan pipa transmisi Sungai Buloh rusak akibat dampak karhutla.

Hal ini menyebabkan distribusi air bersih terganggu dan berdampak terhadap 1.314 kepala keluarga (KK) di tiga desa.

Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera mempercepat perbaikan jaringan pipa transmisi Sungai Buloh yang mengalami kerusakan.

Untuk perbaikan, Rono telah melakukan koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK I) Pontianak. Dalam koordinasi itu, dibahas langkah penanganan jaringan pipa yang mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 3.016 meter.

"Mengingat jaringan tersebut merupakan aset pemerintah pusat, Pemkab Kayong Utara berharap Kementerian Pekerjaan Umum dapat segera menindaklanjuti usulan perbaikan," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (8/11/2026).

Romi menegaskan, Pemkab Kayong Utara sebelumnya telah mengajukan permohonan perbaikan secara resmi kepada Menteri Pekerjaan Umum melalui surat Nomor 600.1/1940/DISPUPR/X/2026 tertanggal 28 September 2026.

Langkah ini merupakan bentuk upaya pemerintah daerah dalam memperjuangkan penanganan infrastruktur air bersih yang terdampak bencana karhutla.

“Kami terus berupaya dan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar perbaikan jaringan pipa Sungai Buloh dapat segera direalisasikan karena ini memang aset pemerintah pusat. Kami juga sebelumnya telah bersurat secara resmi kepada Menteri Pekerjaan Umum RI untuk mengusulkan perbaikan tersebut. Mudah-mudahan ini menjadi atensi pemerintah pusat karena memang merupakan dampak bencana dari karhutla,” ujar Romi.

Pemkab Kayong Utara akan terus mengawal koordinasi dan mendorong tindak lanjut pemerintah pusat agar perbaikan jaringan pipa tersebut dapat segera dilaksanakan.

Percepatan penanganan diharapkan mampu memulihkan distribusi air bersih dan memenuhi kembali kebutuhan masyarakat di tiga desa terdampak.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com