- Kementerian Kesehatan RI menyatakan kadar asam urat normal wanita secara umum berkisar antara 2,4 hingga 6,0 miligram per desiliter.
- Penurunan hormon estrogen setelah menopause pada wanita usia 40 tahun ke atas dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
- Penumpukan kristal asam urat pada sendi dapat memicu gejala nyeri mendadak, pembengkakan, serta kulit kemerahan dan terasa panas.
Suara.com - Berapa normal asam urat pada wanita 40 tahun ke atas? Pertanyaan ini penting untuk diketahui, terutama bagi perempuan yang mulai memasuki masa perimenopause atau menopause dan ingin menjaga kesehatan sendi.
Kadar asam urat dalam darah dapat dipengaruhi oleh usia, pola makan, fungsi ginjal, obat-obatan, serta perubahan hormon. Pada wanita, kadar asam urat umumnya lebih rendah dibandingkan pria sebelum menopause. Setelah menopause, kadar tersebut dapat meningkat seiring perubahan hormon estrogen.
Menurut Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, kadar asam urat normal pada perempuan umumnya berkisar antara 2,4–6,0 mg/dL. Meski demikian, rentang rujukan dapat berbeda di setiap laboratorium sehingga hasil pemeriksaan perlu disesuaikan dengan nilai yang tercantum pada lembar hasil tes.
Lantas, berapa batas normal asam urat pada wanita usia 40 tahun ke atas, apa saja ciri-ciri asam urat tinggi, dan bagaimana cara menjaganya tetap terkendali?
Berapa Kadar Asam Urat Normal pada Wanita 40 Tahun ke Atas?
Secara umum, kadar asam urat normal pada wanita dewasa berkisar antara 2,4–6,0 mg/dL. Rentang ini juga sering digunakan sebagai acuan untuk perempuan berusia 40 tahun ke atas.
Berikut gambaran sederhana untuk membantu membaca hasil pemeriksaan:
| Kadar Asam Urat | Keterangan |
| Di bawah 2,4 mg/dL | Lebih rendah dari rentang rujukan umum |
| 2,4–6,0 mg/dL | Dalam rentang normal yang umum digunakan |
| Di atas 6,0 mg/dL | Melebihi batas atas rentang tersebut |
Perlu diketahui, tidak semua laboratorium menggunakan batas yang persis sama. Sebagai contoh, Mayo Clinic Laboratories menggunakan rentang rujukan 2,7–6,1 mg/dL untuk perempuan berusia 13 tahun ke atas. Perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan metode pemeriksaan dan acuan laboratorium.
Mengapa Wanita di Atas 40 Tahun Perlu Memperhatikan Asam Urat?
Memasuki usia 40 tahun ke atas, perempuan dapat mulai mengalami perubahan hormon yang berkaitan dengan perimenopause. Setelah menopause, kadar estrogen menurun dan dapat memengaruhi proses pembuangan asam urat melalui ginjal.
Sebelum menopause, estrogen membantu meningkatkan pembuangan asam urat. Ketika pengaruh hormon ini berkurang, kadar asam urat dapat meningkat sehingga risiko hiperurisemia atau kadar asam urat tinggi ikut bertambah.
Namun, usia 40 tahun ke atas tidak otomatis membuat seseorang mengalami asam urat tinggi. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, antara lain:
Pola makan: konsumsi berlebihan makanan tinggi purin, seperti jeroan dan beberapa jenis makanan laut, dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat.
Fungsi ginjal: ginjal berperan membuang asam urat dari tubuh. Gangguan fungsi ginjal dapat menghambat proses tersebut.
Berat badan berlebih: obesitas berkaitan dengan peningkatan risiko hiperurisemia dan gout.
Obat-obatan tertentu: beberapa obat, termasuk diuretik, dapat memengaruhi kadar asam urat.
Kondisi kesehatan tertentu: gangguan metabolisme dan beberapa penyakit lain juga dapat memengaruhi kadar asam urat.
Karena itu, perempuan berusia 40 tahun ke atas sebaiknya tidak hanya memperhatikan usia, tetapi juga kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Apa Ciri-Ciri Asam Urat Tinggi pada Wanita?
Asam urat tinggi tidak selalu menimbulkan gejala. Seseorang dapat memiliki kadar asam urat di atas rentang normal tanpa merasakan keluhan tertentu.
Apabila kristal asam urat menumpuk di dalam atau sekitar sendi dan memicu gout, gejala yang dapat muncul meliputi:
- Nyeri sendi mendadak: rasa sakit bisa muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat kuat, bahkan pada malam hari.
- Sendi bengkak: bagian sendi yang terkena dapat terlihat membesar atau membengkak.
- Kulit kemerahan dan terasa panas: peradangan dapat membuat area di sekitar sendi menjadi merah dan hangat saat disentuh.
- Nyeri pada pangkal ibu jari kaki: bagian ini merupakan salah satu lokasi yang sering terkena serangan gout.
- Keluhan pada sendi lain: pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan, dan jari tangan juga dapat terkena.
Pada gout yang berlangsung lama, dapat muncul benjolan keras akibat penumpukan kristal asam urat yang disebut tofi.
Namun, nyeri lutut, pegal-pegal, atau kesemutan saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami asam urat tinggi. Keluhan tersebut dapat disebabkan oleh kondisi lain sehingga pemeriksaan medis diperlukan jika gejala menetap atau memburuk.
Cara Menjaga Asam Urat Tetap Normal pada Wanita 40 Tahun ke Atas
Untuk membantu menjaga kadar asam urat, perempuan berusia 40 tahun ke atas dapat menerapkan sejumlah kebiasaan sehat berikut.
1. Batasi makanan tinggi purin
Kurangi konsumsi jeroan, seperti hati dan ginjal, serta batasi beberapa jenis makanan laut yang tinggi purin. Bukan berarti semua makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya, tetapi porsinya perlu diperhatikan, terutama jika kadar asam urat sudah tinggi.
2. Minum air putih yang cukup
Asupan cairan yang memadai membantu menjaga hidrasi dan mendukung fungsi ginjal. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, terutama bagi orang yang memiliki penyakit ginjal atau jantung dan harus membatasi cairan.
3. Batasi minuman tinggi gula
Minuman manis, terutama yang mengandung banyak fruktosa, dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat. Pilih air putih sebagai minuman utama dan batasi minuman berpemanis.
4. Jaga berat badan
Jika memiliki berat badan berlebih, upayakan penurunan berat badan secara bertahap melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur. Hindari diet ekstrem atau penurunan berat badan yang terlalu cepat karena dapat memengaruhi kadar asam urat.
5. Periksa kesehatan secara berkala
Pemeriksaan kesehatan dapat membantu mendeteksi kadar asam urat tinggi dan faktor risiko lain, termasuk gangguan fungsi ginjal. Frekuensi pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan rekomendasi dokter.
Jangan mengonsumsi obat penurun asam urat tanpa rekomendasi tenaga medis. Obat-obatan tersebut tidak selalu diperlukan bagi orang yang hanya mengalami peningkatan kadar asam urat tanpa gejala.