Indotnesia - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM diperpanjang hingga 23 Agustus 2021. Meski begitu, sejumlah orang masih berupaya untuk mencari kesempatan untuk tetap bertamasya.
Wisata Jogja menjadi salah satu pencarian yang populer. Tapi sebenarnya, di kabupaten lain di Yogyakarta juga menyimpan potensi wisata yang nggak kalah menariknya, seperti misalnya di Kulonprogo. Wilayah ini memiliki kawasan wisata alam dengan pemandangan indah.
Menjelajah Kulonprogo akan terasa kurang kalau belum berkunjung ke Wisata Alam Air Terjun Kembang Soka.
Berjarak kurang lebih 45 kilometer dari pusat Kota Jogja, Air Terjun Kembang Soka berada di Dusun Kelir, Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo. Terletak di lembah sungai Perbukitan Menoreh, Kembang Soka menawarkan pemandian alam dan air terjun yang alami.
Air Terjun Kembang Soka Kulonprogo juga dekat dengan wisata lain, seperti Air Terjun Kedung Pedut, Sungai Mudal, Kedung Banteng, Watu Bolong, dan wisata Kulonprogo lainnya..
Asal Mula Nama Kembang Soka
Wisata ini pertama kali dibuka sebagai objek wisata pada 1 Januari 2015. Nama Air Terjun Kembang Soka sendiri diambil dari nama tanaman yang banyak tumbuh di sekitar objek wisata, yaitu tanaman kembang soka.
“Ceritanya dulu, sini kan ada pohon soka dulu besar, memang sengaja ditanam yah. Terus di bawahnya tumbuh mata air. Terus namanya itu kembang soka, otomatis (mata airnya) dinamakan Kembang Soka, “ cerita Pak Yudi, pengelola objek wisata Kembang Soka.
Menurut Pak Yudi lagi, mata air yang ada di objek wisata ini sudah ada sejak zaman Perang Diponegoro. Cerita Diponegoro menjadi cikal bakal munculnya mata air di sini.
“Ceritanya, dulu kan waktu Perang Pangeran Diponegoro 1825-1830 itu (Pangeran Diponegoro) lewat daerah sini. Jadi, itu lewat sini, otomatis naik kuda kan. Jadi, kuda menginjak ke tanah itu terlalu kuat sehingga menimbulkan percikan air. Terus di situlah Pangeran Diponegoro memandikan kudanya di sini, terus dinamakan Tuk Jaran,” ujar Pak Yono.
Fasilitas Wisata
Selain terdapat air terjun, fasilitas Air Terjun Kembang Soka juga ada kolam pemandian alami yang airnya berasal dari penggabungan antara mata air Tuk Jaran dan air terjun Tempuran. Air terjun Tempuran mengalir langsung ke kolam pemandian ketiga dan memiliki tinggi kurang lebih 20 meter.
Kolam pemandian di Air Terjun Kembang Soka ada tiga, mulai dari kedalaman 1 meter hingga 3 meter. Kolam pertama berada di bagian atas dekat parkiran dengan kedalaman kurang lebih 1,5 meter. Kolam kedua, dekat dengan kolam pertama. Kedalaman kolam kedua kurang lebih 1 meter, biasanya digunakan untuk berenang oleh anak-anak. Kolam ketiga berada di paling bawah dekat dengan air terjun, memiliki kedalaman kurang lebih 3 meter.
Perjalanan dari loket menuju tiap-tiap kolam melewati anak tangga dengan pemandangan pepohonan yang membuatnya asri dan terasa sejuk. Selain anak tangga, akses jalan menuju kolam dan air terjun juga dilengkapi dengan jembatan kayu yang membuat wisata ini semakin estetik.
Sama seperti wisata lain, di sini juga disediakan fasilitas, seperti gazebo untuk santai-santai, warung, mushola, dan toilet. Ada juga persewaan pelampung dan ban untuk kalian yang tidak bisa berenang.
Jam Operasional Air Terjun Kembang Soka
Waktu operasional wisata Air Terjun Kembang Soka buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB. Tiket masuk Wisata Kembang Soka hanya sebesar Rp11.000 per orang dengan tambahan biaya parkir Rp5.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk motor.
Pada pukul 16.00 WIB, loket akan tutup. Sementara, pengunjung harus meninggalkan area kolam dan air terjun pada pukul 17.00 WIB.
Berita Terkait
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Jogja yang Romantis bagi Pelajar, tapi Terasa Pedih bagi Pekerja
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember
-
Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati