Indotnesia - Mirip seperti permainan menumpuk gelas dengan mengandalkan kecepatan tangan atau sport stacking/cup stacking, permainan dice stacking selain asyik juga memiliki banyak manfaat.
Dice stacking merupakan permainan menumpuk dadu dengan menggunakan gelas. Permainan ini awalnya dikenalkan di Jerman, hingga akhirnya sampai ke Indonesia sekitar tahun 2009.
Permainan seni menyusun dadu menggunakan trik sulap murni, jadi tidak mengandalkan alat sulap yang menghasilkan ‘magic’.
Dengan mengutamakan kecepatan dan keterampilan, permainan gelas dan dadu yang tersusun terlihat seperti sulap.
Di Indonesia, ada seorang pria yang sudah menggeluti seni permainan dice stacking, namanya Abel Brata.
“Sebenarnya sejarah dice stacking ini dia berasal dari trik sulap yah. Tapi trik sulap yang adalah skill atau keterampilan. Bukan trik yang menggunakan alat khusus. Ini murni keterampilan,” katanya.
Dice stacking mengacu pada prinsip sains yang disebut inersia atau kelembaman. Inersia adalah kecenderungan benda untuk mempertahankan diri agar tetap diam atau tetap bergerak. Jadi, dadu akan tetap bertahan di dalam gelas walaupun saat gelas kita goyang-goyangkan.
Di Jerman, permainan ini rutin dilombakan setiap tahunnya, terhitung sejak tahun 2008. Sekarang, di Indonesia sudah cukup banyak magician yang memainkan ini dan orang-orang lain juga belajar memainkannya.
Cara Bermain
Untuk memainkan dice stacking ada dua alat yang dibutuhkan, yaitu gelas dan dadu. Permainan ini dilakukan di meja atau alas datar. Lalu, mulai lah bermain.
1. Siapkan dadu di atas meja dan susun dengan jarak sedemikian rupa, sehingga kita mudah mengambilnya satu-satu.
2. Miringkan cangkir mencapai 45 derajat.
3. Ayunkan bolak-balik dengan cepat dan ambil dadu di meja.
4. Ulangi semua proses ini sampai semua dadu masuk dalam gelas.
5. Patikan dadu tertumpuk vertikal.
6. Ketika dadu dirasa sudah tertumbuk, pegang gelas pada sudut hampir 90 derajat.
Berita Terkait
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Stop Bandingin Hidupmu sama Postingan Orang: Capek Tau FOMO Terus!
-
Gaya Hidup Ramah Lingkungan Makin Tren, Jangan Salah Pilih Ban untuk Pecinta EV
-
Tak Sekadar Sehat, Ini Pentingnya Menjalani Aktivitas Sesuai Prinsip Syariah
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin di Moskow, Seskab Teddy Ungkap Agendanya
-
Inter Milan Menang Dramatis 4-3 atas Como, Kian Dekat ke Scudetto
-
Marie-Louise Eta Ukir Sejarah, Jadi Pelatih Perempuan Pertama di Bundesliga
-
Terpopuler: 5 Merek HP Terlaris Global Periode Q1 2026, Rekomendasi HP Tipis Fast Charging
-
Roberto De Zerbi Tekankan Mentalitas Positif untuk Selamatkan Tottenham dari Degradasi
-
Sopir Bajaj di Tanah Abang Diperas Preman Rp100 Ribu per Hari, Kaca Dipecah Jika Tak Bayar
-
Lille Pesta Gol 4-0 atas Toulouse, Calvin Verdonk Tampil 14 Menit
-
Napoli Ditahan Parma 1-1, Gagal Pangkas Jarak dari Inter Milan
-
Di IKA UNAIR Jawa Tengah, Khofifah Soroti Langkanya Dokter Spesialis
-
Manchester City Hajar Chelsea 3-0 di Stamford Bridge, Pepet Arsenal di Klasemen