Indotnesia - Belum lama ini warga China diramaikan dengan fenomena langit merah yang terjadi di Provinsi Zhoushan, China, pada Sabtu (7/5/2022).
Awalnya, warga setempat merekam penampakan langit merah tersebut dan mengunggahnya di media sosial China, Weibo. Fenomena langka ini lantas menarik perhatian penduduk setempat hingga berhasil menjadi trending topic dan telah dilihat oleh 150 juta pengguna Weibo, terhitung Minggu (8/5/2022) lalu.
Bahkan beberapa warganet saling bercanda menyebut kejadian ini sebagai “kiamat”. Pasalnya, langit Zhoushan dalam rekaman tersebut terlihat seperti di film aksi berdarah-darah yang mengerikan.
Ada juga warga yang merasa heran karena langit biru yang berubah menjadi langit merah.
"Saya belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya. Sungguh mengherankan saya bahwa langit bahkan bisa berubah menjadi merah," kata salah satu pembuat video dikutip dari Global Times.
Selain itu, berbagai spekulasi dari warga pun muncul yang didasari atas penelitian ilmuwan Jepang pada 2017 yang mengklaim langit merah muncul selama 9 hari pada 1770 akibat aktivitas masif matahari.
Spekulasi tersebut dibantah, menurut seorang ahli dalam tim peneliti fisika luar angkasa dari China University of Geosciences di Wuhan, aktivitas matahari pada hari itu (7/5/2022) tenang dan tidak ada anomali signifikan dalam aktivitas matahari.
Penelitian tersebut juga mengesampingkan kemungkinan bahwa aktivitas geomagnetik dan matahari dapat mengubah langit menjadi merah di Zhoushan.
Biro Meteorologi lokal Zhoushan telah menjelaskan alasan terkait fenomena tersebut. Menurutnya, langit merah tersebut terjadi akibat pembiasan cahaya yang berasal dari cahaya kapal nelayan.
"Saat kondisi cuaca bagus, lebih banyak air di atmosfer membentuk aerosol yang membiaskan dan menyebarkan cahaya kapal penangkap ikan dan membuat langit merah terlihat oleh publik," kata staf biro meteorologi dikutip dari Global Times.
Menurutnya, cuaca berkabut dan berawan di Zhoushan pada Sabtu lalu dan gerimis pada saat langit merah, mungkin disebabkan oleh pantulan cahaya dari awan tingkat rendah.
Berita Terkait
-
Drama China Derailment: Penuh Plot Twist Mind Blowing atau Cuma Menjual Visual?
-
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
5 Drama China Populer Bulan Juni 2026, Ada The First Jasmine!
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Anti Ribet! 5 Moisturizer Stick yang Bikin Wajah Lembap Seharian
-
Apa Tugas Komisaris di Perusahaan? Aspri Raffi Ahmad hingga Aktivis Muda Bisa Duduk di Posisi Ini
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Tanjung Verde Viralkan Nyanyian 1 Persen
-
Steve Clarke Resmi Mundur usai Skotlandia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Untuk Pertama Kali Sejak 20 Tahun Lalu, Lionel Messi Harus Rasakan Hal Ini
-
Tua-tua Keladi! Luka Modric Cetak Rekor Fenomenal di Piala Dunia
-
Neymar Hamburkan Rp17 Miliar di Piala Dunia 2026, Beli Jam Mewah di New York
-
3 Rekomendasi HP di Bawah 5 Juta untuk Ngonten, Budget Terbatas Hasil Berkualitas
-
Review Welcome to the Jungle: Kekacauan di Hutan yang Penuh Lelucon Absurd!
-
Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa