- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menandatangani petunjuk teknis kewajiban Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi menyerap telur seharga Rp26.500 per kilogram secara nasional.
- Pemerintah menyalurkan 242 ribu ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan hingga Desember 2026 untuk menekan biaya produksi peternak.
- Menteri Pertanian memperingatkan importir pakan agar tidak bermain harga atau melakukan pelanggaran demi melindungi peternak ayam.
Suara.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan petunjuk teknis yang mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap telur sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) Rp26.500 per kilogram di tingkat produsen telah terbit setelah ditandatangani untuk segera berlaku secara nasional.
"Sudah saya tanda tangani, sudah keluar (juknisnya)," kata Mentan dikonfirmasi di sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertanian dan Komnas Perempuan mengenai pemenuhan hak perempuan serta penghapusan diskriminasi dan kekerasan di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Amran menyampaikan juknis tersebut telah ditandatangani dan langsung diterbitkan setelah adanya aksi protes dari peternak ayam yang tergabung dalam asosiasi peternak, terkait anjloknya harga telur di tingkat produsen.
Menurut Amran, juknis tersebut langsung dikirim kepada Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Suwardi setelah ditandatangani, sehingga implementasinya dapat segera dilakukan seluruh SPPG di berbagai daerah.
Amran menegaskan kebijakan penyerapan tersebut diarahkan untuk membantu peternak sekaligus memastikan pembelian telur dilakukan langsung dari peternak menuju SPPG tanpa melalui rantai distribusi panjang yang berpotensi mempengaruhi harga di tingkat peternak.
Selain penyerapan telur, pemerintah juga menurunkan tekanan biaya produksi melalui penyaluran jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 242 ribu ton hingga Desember 2026, untuk pakan ternak.
Meski begitu, pemerintah membuka peluang penambahan pasokan melalui Perum Bulog apabila kebutuhan peternak kembali meningkat.
Amran juga memperingatkan importir pakan agar tidak memainkan harga atau melakukan pelanggaran. Apabila ditemukan maka pihaknya segera melakukan pencabutan izin usaha serta pelimpahan kepada kepolisian.
"Importir jangan bermain-main, aku cabut izinnya (jika bermain curuang). Kalau ada pidana, kami kirim ke (kepolisian), sudah ada kami kirim (sebelumnya) ke Mabes Polri untuk diperiksa. Nggak boleh (ada kecurangan," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Baca Juga: BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan
Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan petunjuk teknis (Juknis) penyerapan telur oleh seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan harga Rp26.500 per kilogram (kg) guna memperkuat stabilisasi harga dan melindungi peternak rakyat.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan kebijakan itu disiapkan sebagaimana arahan langsung Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman demi stabilitas harga telur ayam di tingkat produsen.
"Intinya, SPPG wajib menyerap telur dari peternakan sekitarnya dengan harga sesuai HPP (harga pembelian pemerintah (HPP), yaitu Rp26.500 per kilogram," kata Agung dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (5/8).
Berita Terkait
-
BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan
-
Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Serahkan Langsung Bantuan Pangan Kepada Warga Surabaya
-
MBG Diharapkan Bisa Tingkatkan Harga Telur dan Ayam di Tingkat Peternak
-
Aksi Damai Para Peternak Ayam di Berbagai Daerah
-
Tenaga Ahli BGN hingga 10 Bos Perusahaan Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi MBG
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga
-
Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan
-
Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat
-
Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan
-
Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya
-
Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi
-
4 Cara Digital Detox untuk Mengurangi Ketergantungan pada Gadget
-
Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin