/
Kamis, 26 Mei 2022 | 12:51 WIB
Sumber: Freepik

Indotnesia - Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan dunia akan sulit menghindari resesi global. Sebelumnya, dia telah memperingatkan invasi Rusia ke Ukraina akan menyebabkan kenaikan harga pangan, energi, dan pupuk.

Berbicara di dalam sebuah acara bisnis di Amerika Serikat pada Rabu malam (25/5/2022), Malpass menuturkan rentetan lockdown di China akibat virus corona menambah perlambatan ekonomi.

"Ketika kita melihat PDB global... sulit sekarang untuk melihat bagaimana kita dapat menghindari resesi," ujarnya seperti dikutip dari BBC.

Malpass menuturkan ekonomi Ukraina dan Rusia diperkirakan mengalami kontraksi yang signifikan. Sementara, Eropa, China, dan AS akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat.

Negara berkembang juga semakin terpukul karena kekurangan pupuk, stok pangan, dan pasokan energi.

"Kenaikan harga energi sebanyak dua kali lipat sudah cukup untuk memicu resesi dengan sendirinya," imbuhnya.

Bank Dunia merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,2% pada tahun ini, dari yang sebelumnya 4,1%. Pada tahun, ekonomi tercatat mencapai 5,7%, ditopang oleh AS dan China.

PDB atau Produk Domestik Bruto merupakan ukuran pertumbuhan ekonomi dan menjadi salah satu cara terpenting mengukur kinerja ekonomi. PDB juga membantu pelaku bisnis kapan harus memperluas usaha dan merekrut pekerja, serta berinvestasi.

Lalu, apa itu resesi global?

Menurut Investopedia, resesi global adalah periode penurunan ekonomi yang berkepanjangan di seluruh dunia. Situasi ini melibatkan banyak ekonomi negara di dunia yang melakukan hubungan perdagangan dan sistem keuangan internasional.

Dampak dan tingkat keparahan akibat resesi global pada suatu negara dapat bervariasi, Misalnya, hubungan perdagangan suatu negara dengan seluruh dunia jadi penentu seberapa besarnya dampak pada sektor manufakturnya.

Di sisi lain, kecanggihan pasar dan efisiensi investasi juga menentukan bagaimana industri jasa keuangan dapat terpengaruh.

Hingga 2020, Dana Moneter Internasional (IMF) menyebutkan dunia telah mengalami resesi global sebanyak empat kali sejak Perang Dunia II, yakni pada 1975, 1982, 1991, dan 2009.

Pada 2020, IMF mendeklarasikan tahun tersebut sebagai resesi global baru berjuluk Great Lockdown, akibat kebijakan karantina wilayah dan jaga jarak akibat pandemi Covid-19.

Load More