- Laba bersih Nornickel melonjak 36% menjadi USD2,47 miliar didorong kenaikan harga komoditas logam.
- Perusahaan menghadapi tantangan seperti sanksi Barat dan kendala operasional dalam pembayaran internasional.
- Nornickel berhasil mengalihkan penjualan secara agresif ke pasar Asia sebagai pasar terbesarnya saat ini.
Suara.com - Raksasa produsen logam asal Rusia, Nornickel (GMKN.MM), melaporkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025.
Perusahaan mengumumkan bahwa laba bersih mereka melesat 36% secara tahunan (yoy) menjadi USD2,47 miliar. Pencapaian ini didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas logam serta dampak positif dari selisih kurs valuta asing.
Dalam laporan resmi yang dirilis Rabu waktu setempat, produsen utama nikel olahan dan paladium dunia ini mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 10% menjadi USD13,76 miliar.
Sementara itu, EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortisation) tumbuh 9% ke level USD5,67 miliar.
Kenaikan kinerja ini terjadi di tengah kondisi pasar yang bervariasi. Harga platinum, paladium, dan tembaga tercatat menguat tahun lalu. Namun, harga rata-rata nikel di London Metal Exchange (LME) justru merosot 10% (yoy).
Selain fluktuasi harga, Nornickel juga menghadapi berbagai tantangan eksternal (headwinds), antara lain:
Sanksi Barat: Meski tidak terkena sanksi langsung, kebijakan Barat terhadap Rusia akibat konflik di Ukraina membuat banyak pembeli menghindari logam asal Rusia.
Kendala Operasional: Hambatan dalam proses pembayaran internasional serta terbatasnya akses terhadap peralatan industri dari Barat.
Faktor Moneter: Tingginya suku bunga dan penguatan mata uang Rubel yang menekan biaya operasional.
Baca Juga: Buntut Sanksi FIFA, Manajer Timnas Indonesia Diganti?
Dilansir via Reuters, CEO Nornickel, Vladimir Potanin, menyatakan bahwa manajemen berhasil mencapai target tahunan, terutama dalam aspek produksi dan penjualan, meskipun berada di bawah tekanan hebat.
Untuk mengatasi pembatasan global, Nornickel secara agresif mengalihkan arus penjualannya ke Asia, yang kini telah resmi menjadi pasar terbesar bagi perusahaan.
CFO Nornickel, Sergei Malyshev, menambahkan bahwa perusahaan berhasil memangkas tumpukan inventaris yang sempat menumpuk akibat kendala distribusi logistik di tahun sebelumnya. Untuk tahun 2026, perusahaan memproyeksikan belanja modal (Capex) akan tetap stabil di kisaran USD2,6 miliar.
Terkait pembagian dividen, Malyshev menjelaskan bahwa keputusan tersebut akan bergantung pada rasio utang dan arus kas dari tambang tembaga serta emas Bystrinsky.
Namun, sebelumnya Potanin sempat memberikan sinyal bahwa pembagian dividen untuk tahun buku 2025 kemungkinan kecil untuk direalisasikan.
Menatap masa depan, Nornickel memprediksi pasar nikel global akan mengalami surplus hingga 275.000 metrik ton pada 2026, dengan asumsi Indonesia tetap mempertahankan level produksinya saat ini.
Berita Terkait
-
Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Pertaruhan Berbahaya, Amnesty Desak Tinjau Ulang
-
Duet Nova Arianto dan Sofie Imam Dampingi John Herdman, PSSI Cari Tambahan Pelatih Lokal Lagi
-
Raja Assist Super League, Waktunya Ezra Walian Kembali ke Timnas Indonesia di Era John Herdman?
-
ASUS Buktikan Ketangguhan Standar Militer, Laptop Diuji Ekstrem hingga Tumpahan Air
-
Regenerasi, Anak Legenda Persipura Jadi Andalan Baru Timnas Indonesia U-17
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
DJP Hapus Sanksi Administratif Jika Lapor SPT Pajak Telat Lewati 31 Maret 2026
-
IHSG Masih Merosot Hari Ini, Saham-saham Energi Membara
-
B-LOG Bukukan Kinerja Positif di 2025, Perkuat Arah Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Purbaya Ungkap Alasan Coretax Eror, Ada Pegawai Pajak Nakal Sengaja Dibuat Rumit
-
Purbaya Ungkap Prabowo Mau Bikin Kawasan Ekonomi Khusus Baru buat Tarik Investor Asing
-
Mentan: Stok beras Capai 5 Juta Ton pada April
-
Saldo Menipis Setelah Lebaran? Strategi Cerdas Menjaga Cash Flow Tetap Stabil
-
Siap-siap! Tarif Tiket Pesawat Berpotensi Semakin Mahal
-
DCII Catat Pendapatan Rp2,5 Triliun di 2025, Naik 40,1 Persen
-
Tarik Investor Asing, KEK Mandalika Tawarkan Insentif Pajak Murah