Indotnesia - Tepat hari ini, 27 Mei terjadi peristiwa yang mengguncang Yogyakarta. Kenangan 16 tahun silam, gempa Jogja 5,9 skala richer (SR) masih membekas di ingatan orang-orang Jogja sampai sekarang.
Tiap 27 Mei, masyarakat Jogja mengenang peristiwa yang telah membawa pulang sanak keluarganya terlebih dahulu atau merobohkan rumahnya.
Pagi Hari, 27 Mei 2006
Saat itu, pukul 05.55 WIB pagi. Beberapa ibu sedang sibuk di dapur, anak-anak juga bersiap untuk pergi ke sekolah, atau beberapa masih ada yang bersantai selepas solat subuh tiba-tiba bumi Jogja bergetar dengan dahsyat.
Tak ada yang menyangka. Pagi hari, 27 Mei 2006 silam akan menjadi peristiwa bersejarah yang mengejutkan warga Jogja. Ya, saat itu terjadi gempa berkekuatan 5,9 SR yang merobohkan bangunan-bangunan rumah warga.
Terpusat di kedalaman 10 meter kawasan Bantul, posisi gempa berada di Sungai Opak yang terletak di Dusun Potrobayan, Srihardono, Pundong. Kekuatan gempa tak hanya menyasar provinsi Yogyakarta, tetapi juga terasa hingga kawasan Klaten, Jawa Tengah.
Dikutip dari Suara.com, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Bantul, Dwi Daryono menyampaikan informasi terkait gempa yang mengguncang Jogja kala 2006 lalu terjadi selama 57 detik. Getaran yang singkat tetapi begitu kuat tersebut telah mengakibatkan kerusakan yang hebat di Jogja bahkan memakan korban jiwa.
Ribuan Bangunan Roboh dan Korban Jiwa
Dari peristiwa itu, lebih dari 1 juta warga Jogja kehilangan rumahnya. Sebanyak 71.763 rumah rusak total, ada 71.372 rumah rusak berat dan sebanyak 66.359 rumah rusak ringan hingga korban jiwa.
Pasalnya, rumah warga saat itu belum dibangun dengan konstruksi bangunan tahan gempa. Sehingga, banyak rumah warga yang rusak akibat gempa.
Selain kerusakan bangunan, masih mengutip Suara.com, BPBD Bantul mencatat ada ribuan korban jiwa. Korban tewas di Yogyakarta mencapai 4.143 jiwa, sedangkan total korban yang tewas di DIY dan Jawa Tengah di bagian selatan mencapai 6.234 jiwa. Selain itu, sebanyak 26.299 lebih lainnya mengalami luka berat dan ringan.
Korban jiwa gempa Jogja 2006 disebut sebagai bencana alam yang memakan banyak korban setelah peristiwa tsunami Aceh dan letusan Gunung Krakatau.
Setelah itu, masyarakat Jogja mulai diberi pengetahuan terkait kebencanaan dan penanganan ketika terjadi bencana. Hingga kini, warga Jogja masih mengenang peristiwa 27 Mei 2006 itu.
Berita Terkait
-
Mengintip Surga Laptop Second Jogja yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Rantau
-
Viral Ajudan Danrem Lari Tanpa BIB di Jogja Marathon, Korem 072 Sebut Nomor Diduga Terlepas
-
Info Pemadaman Listrik Jogja Hari Ini, Sabtu 20 Juni 2026: Wilayah Gunungkidul Mati Lampu 3 Jam
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
ARTJOG 2026 Libatkan Seniman Anak hingga Internasional, Usung Semangat Regenerasi Berkesenian
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Kecewa Indonesia Tak ke Piala Dunia 2026, Van der Sar Kagum Suporter MU Cilik Tanah Air
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
Paradoks Kekerasan dan Agama dalam Film In the Hand of Dante
-
3 Pilihan Tablet Samsung 5G Terbaik, Koneksi Kencang Tanpa Bergantung WiFi
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Menggugat Stigma Panti Jompo dan Makna Berbakti
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Rumah Warga di Benhil Jakpus Hancur Gegara Tanah Longsor, Begini Penampakannya
-
Comeback Sensasional Afrika Selatan: Resmi Lolos 32 Besar Pertama Kalinya
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan