/
Senin, 06 Juni 2022 | 11:20 WIB
Pixabay/ Jonathan Smit

Indotnesia - Harga tiket masuk ke Candi Borobudur yang semula Rp50 ribu naik menjadi Rp750 ribu. Kenaikan tersebut secara resmi diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Sabtu (4/6/2022) dengan sejumlah alasan.

Luhut mengatakan bahwa rencana kenaikan harga tiket masuk candi Borobudur itu masih belum final dan akan dibahas sekaligus diputuskan oleh Presiden pada minggu depan.

Meski begitu, Luhut menyampaikan sejumlah alasan mengapa harga tiket bangunan bersejarah yang menjadi salah satu situs warisan dunia tersebut harus naik yaitu:

1. Untuk menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya Nusantara

Candi Borobudur merupakan candi Budha terbesar di dunia. Luhut mengungkapkan alasan kenaikan harga tiket candi Borobudur salah satunya bertujuan untuk menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara. 

“Candi Borobudur kan cagar budaya Indonesia yang ditetapkan sebagai situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Dengan relief yang sarat makna khusus bagi umat Buddha dan kita umat manusia, penting bagi kita memberi perhatian khusus untuk menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara tersebut,” ungkap Luhut dikutip dari Suara.com.

Selain itu, nantinya turis juga akan diwajibkan mengenakan sandal khusus “upanat” agar tidak merusak tangga dan struktur bangunan yang ada di candi.

2. Meningkatkan daya saing Candi Borobudur sebagai destinasi wisata berkualitas

Selain itu, Luhut juga menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan daya saing Candi Borobudur dalam sinergi konservasi dan pariwisata berkualitas melalui mekanisme “single authority agency” atau badan otoritas tunggal.

Untuk mendukung hal tersebut, ia juga memastikan bahwa di kawasan Candi Borobudur juga akan memaksimalkan layanan dengan prinsip ekonomi biru atau konsep optimalisasi sumber daya perairan; hijau atau pertumbuhan ekonomi yang kuat dan ramah lingkungan, serta inklusif secara sosial; dan sirkular atau pemanfaatan sumber daya yang berfokus pada reducing, reusing serta recycling agar ramah lingkungan. 

“Rute perjalanan shuttle bus meliputi Borobudur-Malioboro-Prambanan. Dengan menggunakan kendaraan listrik dan EBT, saya rasa akan semakin mempertegas komitmen Indonesia dalam penggunaan energi ramah lingkungan,” kata Luhut dikutip dari Suara.com.

3. Meminimalisir kerusakan candi

Alasan lain kenapa harga tiket masuk hingga kawasan stupa candi Borobudur yang naik menjadi Rp750 ribu adalah untuk mengeliminasi pengunjung guna meminimalisir kerusakan candi. Bahkan, semua calon pengunjung yang akan ke candi Borobudur juga diwajibkan melakukan reservasi online untuk mengatur aliran pengunjung.

“Silahkan cek atau tanya ke teman-teman pengelola di sana (Candi Borobudur). Belum lagi perilaku pengunjung yang suka melakukan vandalisme, menyelipkan benda tertentu di sela-sela batu candi, membuang sampah sembarangan, dan parahnya adalah tidak bisa menghargai Candi Borobudur sebagai situs umat Buddha. Ini semua kan perlu penanganan khusus,” lanjut Luhur, seperti dikutip dari Suara.com.

Dilansir dari Suara.com, kenaikan harga tersebut juga diklaim tetap akan merangkul warga lokal untuk turut berkontribusi dalam pengembangan kawasan wisata Candi Borobudur. Luhut juga menjelaskan, bahwa semua turis nantinya harus menggunakan pemandu wisata dari warga lokal saat akan berkeliling di sekitar kawasan candi.

Diketahui kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur sebesar Rp750 ribu hanya berlaku untuk menaiki candi. Sedangkan harga tiket masuk pelataran candi masih berlaku Rp50 ribu per orang untuk wisatawan lokal.

Load More