Indotnesia - Sedikitnya 30 penyu hijau yang terancam punah terdampar dengan luka pada leher mereka. Hewan tersebut ditemukan di Pulau Kumejima, pulau terpencil di sebelah selatan Okinawa, Jepang.
Melansir CNN, Senin (18/7/2022), penyu-penyu itu ditemukan pada Kamis (14/7/2022) setelah air surut. Kepolisian setempat segera melakukan investigasi pada keesokan harinya.
Kantor Polisi Naha di Okinawa menyatakan sejumlah penyu terlihat berdarah dan kesulitan bernapas. Hewan reptil tersebut memiliki luka-luka pada sekitar leher akibat benda tajam. Selain itu, terdapat juga sayatan pada sirip kaki mereka.
Belum diketahui dari mana asal puluhan penyu itu, namun polisi meyakini mereka tersapu oleh ombak.
Situs berita Mainichi, seperti yang dilaporkan BBC, menyebutkan satu operator penangkapan ikan mengaku telah menusuk hewan-hewan itu ketika mengeluarkannya dari jaring ikan.
"Saya membebaskan beberapa (penyu) dan melepaskannya ke laut,” ujar seorang operator penangkapan ikan.
“Tapi saya tidak bisa membebaskan (yang) berat jadi saya menusuk mereka untuk menyingkirkan mereka," kata imbuhnya.
Wilayah terdamparnya penyu tersebut termasuk habitat alami mereka yang penuh dengan rumput laut. Juru Bicara Museum Penyu Laut Kumejima, Yoshi Tsukakoshi, mengatakan penyu-penyu itu terjerat jaring yang dipasang nelayan.
Para nelayan menganggap penyu sebagai hewan pengganggu karena kerap merobek jala.
Baca Juga: Terjamin Aman, BPOM Izinkan Paxlovid sebagai Obat Covid-19
"Beberapa nelayan juga mengira penyu memakan semua rumput laut sebelum itu tumbuh sehingga mencegah ikan bertelur di daerah tersebut,” katanya.
Penyu hijau terdaftar sebagai spesies yang terancam punah oleh otoritas Jepang dan kelompok konservasi global. Binatang reptil itu sering menghampiri hamparan rumput laut di Kumejina.
“Beberapa penyu terlihat mati. Saya tidak pernah melihat hal ini sebelumnya,” imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli
-
Vino G Bastian, Sigi Wimala, dan Rudi Soedjarwo Bicara Arti Kasih Sayang di Film Tanah Runtuh
-
4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
-
Pesan Bijak Cristiano Ronaldo Untuk Portugal Jelang Laga Penentuan Lawan Kolombia
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Garuda Calling! Bek Kendal Tornado FC Youth Davin Armadheni Dipanggil Seleksi Timnas U-20
-
Jelang Lawan Skotlandia, Ancelotti Ungkap Kabar Bahagia Soal Neymar, Apa Itu?
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Dapur SPPG Ketaon Boyolali Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp21 Juta
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri