/
Senin, 18 Juli 2022 | 14:45 WIB
Ilustrasi/Pixabay/Enchanted_Soluna

Indotnesia - Sedikitnya 30 penyu hijau yang terancam punah terdampar dengan luka pada leher mereka. Hewan tersebut ditemukan di Pulau Kumejima, pulau terpencil di sebelah selatan Okinawa, Jepang.

Melansir CNN, Senin (18/7/2022), penyu-penyu itu ditemukan pada Kamis (14/7/2022) setelah air surut. Kepolisian setempat segera melakukan investigasi pada keesokan harinya.

Kantor Polisi Naha di Okinawa menyatakan sejumlah penyu terlihat berdarah dan kesulitan bernapas. Hewan reptil tersebut memiliki luka-luka pada sekitar leher akibat benda tajam. Selain itu, terdapat juga sayatan pada sirip kaki mereka.

Belum diketahui dari mana asal puluhan penyu itu,  namun polisi meyakini mereka tersapu oleh ombak.

Situs berita Mainichi, seperti yang dilaporkan BBC, menyebutkan satu operator penangkapan ikan mengaku telah menusuk hewan-hewan itu ketika mengeluarkannya dari jaring ikan.

"Saya membebaskan beberapa (penyu) dan melepaskannya ke laut,” ujar seorang operator penangkapan ikan.

“Tapi saya tidak bisa membebaskan (yang) berat jadi saya menusuk mereka untuk menyingkirkan mereka," kata imbuhnya.

Wilayah terdamparnya penyu tersebut termasuk habitat alami mereka yang penuh dengan rumput laut. Juru Bicara Museum Penyu Laut Kumejima, Yoshi Tsukakoshi, mengatakan penyu-penyu itu terjerat jaring yang dipasang nelayan.

Para nelayan menganggap penyu sebagai hewan pengganggu karena kerap merobek jala.

Baca Juga: Terjamin Aman, BPOM Izinkan Paxlovid sebagai Obat Covid-19

"Beberapa nelayan juga mengira penyu memakan semua rumput laut sebelum itu tumbuh sehingga mencegah ikan bertelur di daerah tersebut,” katanya.

Penyu hijau terdaftar sebagai spesies yang terancam punah oleh otoritas Jepang dan kelompok konservasi global. Binatang reptil itu sering menghampiri hamparan rumput laut di Kumejina.

“Beberapa penyu terlihat mati. Saya tidak pernah melihat hal ini sebelumnya,” imbuhnya.

Load More