Indotnesia - Menurut 8 kesepakatan antara warga sekitar TPST Piyungan dan Pemda DIY, Optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Lindi rampung pada bulan Juli lalu. Namun, kenyataannya beberapa warga mengeluhkan limbah cair yang masih mengalir di sekitar rumah.
Melalui unggahan video di Twitter @merapi_uncover, terlihat air lindi masih mengalir di sekitar parit warga. Unggahan itu juga dimaksudkan agar dinas terkait segera bertindak.
“Tolong dikoordinasikan dengan dinas terkait, janjinya akhir bulan Juli pengolahan limbah TPST Piyungan rampung. Ini sudah awal Agustus dan masih belum diolah dan ini limbah liar masih mengaliri parit warga. Tentunya kita semua tidak mau dong JogjaDaruratSampah lagi????” keterangan yang tertulis dalam unggahan pada, Senin (1/8/2022).
Sebelumnya, Jogja sempat mengalami darurat sampah akibat warga sekitar TPST Piyungan memblokade akses TPST. Pasalnya, di tempat pembuangan itu sampah sudah menumpuk hingga menyesakkan warganya.
Akibatnya, beberapa ruas jalan di DIY dipenuhi oleh tumpukan sampah. Lalu, pemerintah setempat kemudian membuat kesepakatan dengan warga sekitar TPST yang akhirnya membuat tempat pembuangan itu dibuka kembali.
Ada 8 kesepakatan yang dihasilkan saat itu, salah satunya yaitu terkait pengolahan air lindi di TPST Piyungan.
“Optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Lindi akan selesai dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akhir bulan Juli 2022”, begitu bunyi poin 2 pada kesepakatan tersebut.
Mengutip Suara.com, pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Lindi TPST Piyungan sudah rampung dan alat berat sudah ditarik sejak Senin (1/8/2022).
Namun, perwakilan Aliansi Banyakan Bergerak, Herwin Arvinanto merasa kecewa ketika mendatangi lokasi kolam-kolam pengolahan air limba. Menurutnya, itu tidak sesuai dengan kesepakatan yang dibuat Pemda DIY dengan warga.
Baca Juga: Dampak Air Lindi TPST Piyungan, Warga Mengeluh Sesak Napas
"Dengan kondisi tersebut tentu kami sangat kecewa. Karena tidak sesuai kesepakatan," ujar Herwin dikutip dari Suara.com (2/8/2022).
Dia juga mengaku masih menemukan cairan pekat yang dialirkan ke saluran pembuangan. Namun, aliansi Banyakan Bergerak yang terdiri dari warga itu belum melaporkannya pada pihak terkait.
Sementara, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY juga sudah mendatangi lokasi. Namun, tak ada warga yang diundang atau diberi tahu, sehingga komunikasi antara warga dan Pemda terkait Instalasi Pengolahan Air Lindi belum bisa berjalan.
Herwin berharap limbah cair yang dialirkan ke sungai jadi tidak berbahaya lagi setelah pembangunan IPAL. Menurutnya, air lindi jadi masalah serius yang mencemari Lingkungan sekitar TPST Piyungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Bukan Sekadar Konser, Ini 3 Hal Mewah yang Bikin Penonton F4 'FForever' Dimanja Habis-habisan
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Jangan Kredit Mobil Dulu, Hitung-hitungan Ini Membuat Banyak Warga Jakarta Berubah Pikiran
-
Jangan Datang Setelah Jam 6 Pagi, Rahasia Menemukan Kemeja Mewah Rp50 Ribuan di Pasar Senen
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di GBK: Kenapa Kini Lebih Banyak Dilirik daripada Brand Luar?
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Target Transaksi UMKM Rp1,75 Miliar di Gawe Dayak Singkawang, Mampukah Tercapai?
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas