Indotnesia - Rambut rontok memang jadi momok bagi sebagian orang. Bahkan setelah melakukan banyak perawatan, rambut masih tetap saja rontok hingga menyebabkan kepercayaan diri menurun.
Setiap hari, orang kehilangan 100 helai rambutnya dan ini adalah normal. Dengan rambut baru yang terus tumbuh menggantikan yang hilang, tentu saja tidak akan terlihat perbedaannya.
Namun, jika rambut baru yang tumbuh lebih sedikit jumlah yang rontok hingga membuat kepala botak atau alopecia.
Apabila merasa rambut rontok secara berlebihan, ada sejumlah cara untuk mengatasinya. Berikut 6 cara mengatasi rambut rontok secara alami melalui asupan dan pola makan seperti dirangkum dari Cleveland Clinic dan Medical News Today:
Konsumsi Protein Tambahan
Kekurangan protein dalam tubuh setiap hari bisa mengganggu pertumbuhan rambut. Hal ini terutama terjadi pada mereka yang vegan atau vegetarian.
Dermatolog Wilma Bergfeld, MD, mengatakan setidaknya seseorang membutuhkan 40-60 gram protein. Sementara menurut Kementerian Kesehatan RI, pria dewasa perlu mengonsumsi 55 gram protein per hari, dan perempuan 45 gram protein setiap hari.
Jumlah itu hanya sekitar dua genggam daging, ikan, tahu, atau kacang-kacangan. Kekurangan protein dapat menyebabkan rambut rontok, kulit kusam, dan berat badan serta masa otot berkurang.
"Tapi Anda bisa minum protein, jadi tidak perlu mengonsumsinya dalam bentuk makanan," ucap Bergfeld.
Baca Juga: Mau Ikut Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa Digital di Yogyakarta? Ini Syaratnya
Anda dapat memenuhi kebutuhan protein dengan protein tambahan dalam bentuk minuman. Meski demikian, pastikan tubuh juga tidak kelebihan protein.
Minum Vitamin
Masalah kerontokan rambut juga bisa disebabkan kekurangan vitamin dan mineral seperti A, B, C, D, E, zinc, dan zat besi. Jika Anda mempertimbangkan konsumsi vitamin-vitamin tersebut, bicarakan ini pada dokter.
Diet Mediterania
Menjaga pola makan atau diet bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi kerontokan rambut secara alami. Diet Mediterania mengajak seseorang untuk mengonsumsi buah, sayur, dan protein.
Dalam sebuah penelitian pada 2014 di Archives of Dermatological Research menemukan keterkaitan antara herbal dan sayuran dalam diet Mediterania dengan penurunan risiko pola kebotakan pada pria.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026