- OJK resmi meluncurkan program PINTAR Reksa Dana di Jakarta pada Selasa, 28 April 2026 untuk memperdalam pasar modal.
- Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian finansial masyarakat serta memperluas basis investor domestik sebagai pilar pembiayaan ekonomi nasional.
- Inisiatif ini menggandeng berbagai manajer investasi untuk mengedukasi investor pemula demi menciptakan ekosistem pasar modal yang aman.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana atau PINTAR Reksa Dana.
Hal ini sebagai langkah strategis memperdalam pasar modal nasional. Melalui instrumen investasi reksa dana, program ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat luas dalam membangun kemandirian finansial.
Inisiatif OJK tersebut diharapkan dapat mempercepat akses keuangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui investasi yang aman dan terjangkau.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan para petinggi otoritas ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat integritas pasar modal Indonesia, serta memperluas basis investor domestik sebagai pilar utama pembiayaan ekonomi jangka panjang.
Adapun, program ini merupakan bagian dari delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal. Menurutnya, penguatan integritas tidak hanya bertumpu pada tata kelola, tetapi juga pada partisipasi publik.
“Program ini juga menjadi bagian dari reformasi sistemik untuk memperkuat peran pasar modal sebagai pilar pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional,” ujar Friderica di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Senada dengan hal tersebut, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan bahwa kondisi pasar modal Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang stabil dan aman bagi para investor. OJK telah melakukan perbaikan signifikan pada sisi pengawasan dan integritas pasar.
“Sekarang pengawasan di pasar modal sudah diperbaiki. Investasi Anda di pasar modal dijamin keamanannya. Pasar modal kita sudah memperbaiki integritasnya dengan baik, ke depan ini adalah tempat yang aman untuk berinvestasi,” jelas Purbaya.
Sementara itu, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif kehadiran PINTAR Reksa Dana, terutama dalam menyasar generasi muda. Ia berharap pasar modal Indonesia menjadi lebih inklusif dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Baca Juga: Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menambahkan bahwa program ini dikolaborasikan dengan Program SIMUDA (Simpanan Mahasiswa dan Pemuda).
Langkah konkret ini bertujuan untuk menjangkau investor pemula dan memperkuat ekosistem pasar melalui edukasi yang masif.
“Pendalaman pasar tidak hanya diukur dengan peningkatan angka jumlah investor, akan tetapi juga upaya memperkuat kualitas ekosistem pasar. Pelaku industri diharapkan terus berperan aktif sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” ungkap Hasan.
Saat ini, tercatat sebanyak 30 Manajer Investasi dan 26 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) telah menyatakan komitmennya untuk menyukseskan program ini.
OJK optimistis bahwa PINTAR Reksa Dana akan menjadi kampanye nasional yang berkelanjutan dalam menciptakan kebiasaan investasi sehat di tengah masyarakat. Sehingga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masa depan bangsa.
Berita Terkait
-
Investasi Saham RI, AS, Kripto, hingga Reksa Dana Kini Bisa Diakses dari Satu Aplikasi
-
Warisan Jokowi Buat RI Kebagian Duit Rp147 Triliun Dalam 3 Bulan
-
Blak-blakan Airlangga: 40 Persen Investasi di RI Belum Untung
-
Pemerintah Mau Kasih Insentif Kendaraan Listrik, Tapi Ada Syaratnya
-
Jakarta Geser Jabar, Serap Investasi Rp78,7 Triliun di Triwulan I 2026
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati