- IHSG terkoreksi 0,56 persen ke level 6.127,3 selama periode perdagangan 25 hingga 29 Mei 2026 di BEI.
- Nilai kapitalisasi pasar BEI meningkat sebesar Rp94 triliun meskipun investor asing mencatatkan aksi jual bersih cukup besar.
- Jumlah investor pasar modal Indonesia tumbuh pesat mencapai 20,32 juta SID, namun literasi keuangan investor ritel masih rendah.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa yang kurang menggembirakan sepanjang periode perdagangan sepekan terakhir.
Indeks saham acuan domestik tersebut terpantau mengalami koreksi sebesar 0,56 persen, membuat posisinya bertengger di level 6.127,3 dari posisi penutupan pekan sebelumnya yang berada di angka 6.162.
Meski pergerakan indeks utama melemah, nilai kapitalisasi pasar (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru bergerak berlawanan arah dengan membukukan kenaikan sebesar 0,88 persen.
Nilai aset emiten di bursa meningkat menjadi Rp10.729 triliun dari posisi pekan lalu yang sebesar Rp10.635 triliun, atau mengalami penebalan hingga Rp94 triliun.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa berdasarkan rekapitulasi data transaksi pada linimasa 25 hingga 29 Mei 2026, rapor perdagangan saham menunjukkan tren yang bervariasi.
“Peningkatan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian pekan ini, yaitu sebesar 30,37% menjadi Rp 28,38 triliun dari Rp 21,77 triliun pada pekan sebelumnya,” jelas Kautsar dalam keterangan resminya, Minggu (31/5/2026).
Sebaliknya, volume perdagangan harian di lantai bursa justru merosot tajam sebesar 15,6 persen, menyusut menjadi 30,95 miliar lembar saham dari capaian pekan lalu yang menembus 36,67 miliar saham.
Penurunan juga membayangi frekuensi transaksi harian yang terpangkas 10,87 persen menjadi 2,11 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,37 juta kali.
Kondisi bursa kian ditekankan oleh aksi lepas aset oleh pemodal internasional. Pada perdagangan Jumat akhir pekan, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) senilai Rp8,519 triliun.
Baca Juga: Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 3,96 Triliun dalam Dua Hari, BBCA Jadi Bulan-bulanan
Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan 2026, total dana asing yang keluar dari pasar saham domestik telah menyentuh angka Rp53,971 triliun.
Terlepas dari fluktuasi jangka pendek di pasar sekunder, basis partisipasi masyarakat dalam ekosistem keuangan menunjukkan pertumbuhan masif.
Berdasarkan data per akhir Desember 2025, jumlah investor pasar modal konvensional berhasil menembus angka 20,32 juta Single Investor Identification (SID), alias melesat 37 persen secara tahunan. P
rofil investor ini tersebar di berbagai instrumen mulai dari saham, reksa dana, hingga Surat Berharga Negara (SBN). Khusus pada klaster instrumen saham, jumlah SID aktif tercatat mencapai 8,59 juta akun.
Fenomena pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di pasar modal formal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data bahwa jumlah pemodal di sektor aset digital atau kripto telah mencapai 20,19 juta orang pada periode yang sama.
Demografi pasar saat ini sangat didominasi oleh generasi muda, di mana lebih dari 54 persen investor berusia di bawah 30 tahun, dan 25 persen lainnya berada di rentang usia 31 hingga 40 tahun. Kehadiran platform investasi berbasis aplikasi seluler serta maraknya konten edukasi di media sosial menjadi motor utama ledakan jumlah investor baru ini.
Berita Terkait
-
Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?
-
BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham
-
Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris